Jumat, 16 Agustus 2019

Makalah Pendidikan Keluarga


BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang Masalah
Dalam dunia pendidikan, keluarga memegang peranan yang besar dan penting. Dari 3 faktor utama dalam konsep Tri Pusat Pendidikan” keluarga merupakan faktor pendukung utama bagi tercapainya tujuan pendidikan, disamping sekolah dan masyarakat. Oleh karenanya sangatlah tepat apabila dikatakan bahwa pendidikan keluarga adalah dasar atau pondasi utama dari pendidikan anak selanjutnya.
Keluarga dapat dikatakan sebagai suatu badan sosial yang berfungsi mengarahkan kehidupan afektif seseorang. Di dalam keluarga, seseorang pertama kali mengalami kesenangan, kesedihan, kekecewaan,dan kasih sayang .
Keluarga dikatakan sebagai pendidikan pertama dan utama. Pertama artinya tugas mendidik itu sudah dilakukan semenjak dalam kandungan ibu (bayi) dan utama maksudnya pendidikan rumah tangga (keluarga) itu mewariskan budaya bangsa melalui kedua orang tua secara turun-temurun dalam satu kurun waktu kehidupan tertentu.
B.     Rumusan Masalah
1.      Apa yang dimaksud dengan  keluarga?
2.      Apa saja bentuk-bentuk keluarga?
3.      Apa yang dimaksud dengan pendidikan keluarga ?
4.      Apa fungsi peranan dan fungsi pendidikan keluarga ?
C.    Tujuan
1.      Untuk mengetahui tentang definisi keluarga
2.      Untuk mengetahui bentuk-bentuk  keluarga
3.      Untuk mengetahui definisi pendidikan keluarga
4.      Untuk mengetahui peranan dan fungsi  pendidikan keluarga


BAB II
PEMBAHASAN
A.    Pengertian Keluarga
Keluarga adalah salah satu kelompok atau kumpulan manusia yang hidup bersama sebagai satu kesatuan atau unit masyarakat terkecil dan biasanya selalu ada hubungan darah, ikatan perkawinan atau ikatan lainnya, tinggal bersama dalam satu rumah yang dipimpin oleh seorang kepala keluarga dan makan dalam satu periuk.
B.     Bentuk Keluarga
Keluarga dibagi menjadi beberapa bentuk berdasarkan garis keturunan, jenis perkawinan, pemukiman, jenis anggota keluarga dan kekuasaan.
1.      Berdasarkan Garis Keturunan
Patrilinear adalah keturunan  sedarah yang terdiri dari sanak saudara sedarah dalam beberapa generasi, dimana hubungan itu disusun melalui jalur garis ayah.
Matrilinear adalah keluarga sedarah yang terdiri dari sanak saudara sedarah dalam beberapa ganerasi dimana hubungan itu disusun melalui jalur garis ibu.
2.      Berdasarkan Jenis Perkawinan
Monogami adalah keluarga dimana terdapat seorang suami dengan seorang istri.
Poligami adalah keluarga dimana terdapat seorang suami dengan lebih dari satu istri.
3.      Berdasarkan Pemukiman
Patrilokal adalah pasangan suami istri, tinggal bersama atau dekat dengan keluarga sedarah suami.
Matrilokal adalah pasangan suami istri, tinggal bersama atau dekat dengan keluarga satu istri
Neolokal adalah pasangan suami istri, tinggal jauh dari keluarga suami maupun istri.

4.      Berdasarkan Jenis Anggota Keluarga
Menurut pendapat Goldenberg (1980) ada sembilan macam bentuk keluarga, antara lain :
a)      Keluarga inti (nuclear family)
Keluarga yang terdiri dari suami, istri serta anak-anak kandung.
b)      Keluarga besar (extended family)
Keluarga yang disamping terdiri dari suami, istri, dan anak-anak kandung, juga sanak saudara lainnya, baik menurut garis vertikal (ibu, bapak, kakek, nenek, mantu, cucu, cicit), maupun menurut garis horizontal (kakak, adik, ipar) yang berasal dari pihak suami atau pihak isteri.
c)      Keluarga campuran (blended family)
Keluarga yang terdiri dari suami, istri, anak-anak kandung serta anak-anak tiri.
d)     Keluarga menurut hukum umum (common law family)
Keluarga yang terdiri dari pria dan wanita yang tidak terikat dalam perkawinan sah serta anak-anak mereka yang tinggal bersama.
e)      Keluarga orang tua tunggal (single parent family)
Keluarga yang terdiri dari pria atau wanita, mungkin karena bercerai, berpisah, ditinggal mati atau mungkin tidak pernah menikah, serta anak-anak mereka tinggal bersama.
f)       Keluarga hidup bersama (commune family)
Keluarga yang terdiri dari pria, wanita dan anak-anak yang tinggal bersama, berbagi hak, dan tanggung jawab serta memiliki kekayaan bersama.
g)      Keluarga serial (serial family)
Keluarga yang terdiri dari pria dan wanita yang telah menikah dan mungkin telah punya anak, tetapi kemudian bercerai dan masing-masing menikah lagi serta memiliki anak-anak dengan pasangan masing-masing, tetapi semuanya menganggap sebagai satu keluarga.
h)      Keluarga gabungan/komposit (composite family)
Keluarga terdiri dari suami dengan beberapa istri dan anak-anaknya (poliandri) atau istri dengan beberapa suami dan anak-anaknya (poligini) yang hidup bersama.
i)        Keluarga tinggal bersama (cohabitation family)
Keluarga yang terdiri dari pria dan wanita yang hidup bersama tanpa ada ikatan perkawinan yang sah.
5.      Berdasarkan Kekuasaan
Patriakal adalah keluarga yang dominan dan memegang kekuasaan dalam keluarga adalah dipihak ayah.
Matrikal adalah keluarga yang dominan dan memegang kekuasaan dalam keluarga adalah pihak ibu.
Equalitarium adalah keluarga yang memegang kekuasaan adalah ayah dan ibu.
C.     Pengertian Pendidikan Keluarga
Secara etimologi kata “Keluarga”menurut K.H.Dewantara adalah rangkaian perkataan-perkataan ‘kawul’ dan ‘warga’. Sebagaimana diketahui, bahwa ‘kawul’ itu tidak lain artinya dari pada ‘abdi’ yakni “hamba” sedangkan “warga” berarti “anggota”.Sedangkan secara terminologi, menurut Am Rose,sebagaimana dikutip oleh ST.Vembriarto keluarga bisa diartikan sebagai a group of  two or more person residing together who are related by hood,marriage,or adoption(sebuah kelompok yang terdiri dari dua orang atau lebih yang bertempat tinggal bersama dimana terjadi hubungan darah,perkawinan,atau adopsi).
Dengan demikian,intisari pengertian keluarga adalah:
1.      Keluarga adalah kelompok sosial terkecil yang umumnya terdiri dari ayah,ibu,dan anak.
2.      Hubungan sosial diantara keluarga relatif tetap yang didasarkan pada ikatan darah,perkawinan,atau adopsi.
3.       Hubungan antar keluarga dijiwai oleh susunan afeksi dan rasa tanggung jawab.Di dalam pendidikan,keluarga mempunyai arti penting sebagai wadah antara individu dan kelompok yang menjadi tempat pertama dan utama untuk anak bersosialisasi.Ibu,ayah,saudara,adalah orang yang pertama bagi anak untuk mengadakan kontak dan tempat pembelajaran.Keluarga juga merupakan lembaga pendidikan tertua yang bersifat informal,dan kodrat(adanya hubungan darah antara pendidik dan peserta didik).
D.    Fungsi Pendidikan Keluarga
1.      Memberikan pengalaman pertama pada masa kanak-kanak
Lembaga pendidikan keluarga memberi pengalaman pertama yang merupakan faktor penting dalam perkembangan pribadi anak.Para ahli ilmu kejiwaan Freud dan Adler sangat menekankan pentingnya pendidikan keluarga pada masa kanak-kanak,sebab pengalaman masa kanak-kanak yang menyakitkan walaupun sudah jauh terpendam di masa silam,tetapi dapat mengganggu keseimbangan jiwa di dalam perkembangan individu selanjutnya.
2.      Menjamin kehidupan emosionil anak
Melalui pendidikan keluarga ini kehidupan emosionil atau kebutuhan akan rasa kasih sayang dapat dipenuhi atau berkembang dengan baik,hal ini disebabkan keluarga merupakan lingkungan yang pertama dan utama bagi anak. Dalam kehidupan anak tentunya keluarga merupakan tempat yang sangat vital.Dalam keluarga,peranan orang tua sangatlah penting. Mereka merupakan model bagi anak. Ketika orang tua melakukan sesuatu anak-anak akan mengikuti orang tua mereka.
Hal ini disebabkan anak dalam masa meniru. Orang tua yang satu dengan orang tua yang lainnya dalam mendidik anak-anak tentunya juga berbeda. Mereka mempunyai suatu gaya atau tipe-tipe tersendiri. Dan tentunya gaya-gaya tersebut akan berpengaruh terhadap perkembangan anak. Oleh karena itu lingkungan keluarga sangatlah penting untuk pertumbuhan dan perkembangan anak terutama perkembangan sosio-emosinya.
Adapun mengenai susunan keluarga,Probbins membaginya menjadi 3 macam yaitu:
a)      Keluarga Otoriter : Di sini perkembangan anak semata-mata ditentukan oleh orang tuanya.Sifat pribadi anak dari keluarga otoriter biasanya suka menyendiri,mengalami kemunduran kematangannya, ragu-ragu dalam mengambil tindakan serta lambat berinisiatif.
b)      Keluarga Demokrasi : Sikap pribadi anak dari keluarga demokrasi dapat menyesuaikan diri,fleksibel, dapat mengontrol dirinya,menghargai pekerjaan orang lain,menerima kritik dengan terbuka, merupakan anak yang aktif,emosinya lebih stabil serta memiliki rasa tanggung jawab.
c)      Keluarga Liberal : Disini anak-anak bebas bertindak dan berbuat semaunya.Sifat anak dari keluarga jenis ini biasanya lebih agresif,tidak dapat bekerja sama dengan orang lain,sukar menyesuaikan diri,emosinya tidak stabil serta selalu memiliki rasa curiga terhadap orang lain.
3.      Menanamkan dasar pendidikan moril
Walaupun keluarga memberikan seluruh aspek perkembangan pribadi anak,tetapi didalam keluargalah terutama tertanam dasar-dasar pendidikan moril,dimana pendidikan moril ini tidak dberikan dengan ceramah atau kuliah,tetapi melalui contoh-contoh yang konkret dalam perbuatan di kehidupan sehari-hari.






BAB III
PENUTUP
A.    Kesimpulan
Keluarga adalah salah satu kelompok atau kumpulan manusia yang hidup bersama sebagai satu kesatuan atau unit masyarakat terkecil dan biasanya selalu ada hubungan darah, ikatan perkawinan atau ikatan lainnya, tinggal bersama dalam satu rumah yang dipimpin oleh seorang kepala keluarga dan makan dalam satu periuk. Keluarga dibagi menjadi beberapa bentuk berdasarkan garis keturunan, jenis perkawinan, pemukiman, jenis anggota keluarga dan kekuasaan.
Pendidikan,keluarga mempunyai arti penting sebagai wadah antara individu dan kelompok yang menjadi tempat pertama dan utama untuk anak bersosialisasi yang bersifat informal dan kodrat.
Fungsi pendidikan keluarga yaitu memberikan pengalaman pertama pada masa kanak-kanak,menjamin kehidupan emosionil anak,menanamkan dasar pendidikan moril, dan memberikan dasar pendidikan sosial dan agama.
B.     Saran
            Dengan adanya penulisan makalah ini,penulis memberikan saran kepada para pembaca untuk dapat memahami arti penting dari pendidikan keluarga serta memahami fungsi dan peranan dari pendidikan keluarga dalam mendidik anak-anak didiknya.








DAFTAR PUSTAKA
Suwarno.1992.Pengantar Umum Pendidikan.Jakarta:PT.RINEKA CIPTA.
Ahmadi, Abu. 1991.Sosiologi Pendidikan. Jakarta:PT RINEKA CIPTA.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

khutbah Idul Fitri Paling Menyentuh

Khutbah Idul Fitri Pesan Pesan Penting Di Momen Idul Fitri Oleh : Binto, S.Pd اَ لسَّلَامُ عَلَيكُم وَ رَحمَتُ للّٰهِ وَ بَرَكَاتُهُ ...