Rabu, 20 Juli 2022

khutbah Idul Fitri Paling Menyentuh

Khutbah Idul Fitri

Pesan Pesan Penting Di Momen Idul Fitri

Oleh : Binto, S.Pd

اَ لسَّلَامُ عَلَيكُم وَ رَحمَتُ للّٰهِ وَ بَرَكَاتُهُ

 (9x(  اَللّٰهُ اَكْبَرْ

اَللَّهُ اَكْبَرْ كَبِيْرًا وَالْحَمْدُ لِلَّهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ اللَّهِ بُكْرَةً وَاَصِيْلاً ، لآ اِلَهَ اِلاَّ اللَّهُ وَلاَنَعْبُدُ اَلاَّ اِيَّاهُ مُخْلِصِيْنَ لَهُ الدِّيْنَ وَلَوْكَرِهَ الْكَافِرُوْنَ ، لآاِلَهَ اِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ صَدَقَ وَعْـدَهُ وَنَصَرَعَبدَهُ وَاَعَزَّ جُنْدَهُ وَهَزَمَ الْأَحْزَابَ وَحْدَهُ

 لآ اِلَهَ اِلاَّ اللَّهُ، اَللَّهُ اَكْبَرْ اَللَّهُ اَكْبَرْ وَلِلّٰهِ الْحَمْدُ

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِيْ خَلَقَ الْاِنْسَانَ فِيْ أَحْسَنِ تَقْوِيْمٍ. أَشْهَدُ اَنْ لَا اِلٰهَ اِلَّا اللهُ الْعَظِيْمِ الْكَرِيْمِ. وَأَشْهَدُ اَنَّ سَيِّدَنَا وَحَبِيْبَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.

 اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلٰى اٰلِهِ وَاَصْحَابِهِ اَجْمَعِيْنَ. اَمَّا بَعْدُ فَيَاأَيُّهَا الْحَاضِرُوْنَ. اِتَّقُوا اللّٰهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوْتُنَّ اِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ.

Jama'ah Sholat Idul Fitri yang dimuliakan Allah

Alhamdulillah, segala bentuk pujian hanya lah untuk Allah, yang telah memberikan kepada kita kenikmatan, kebahagiaan kemampuan, untuk datang menghadiri ibadah sholat idul Fitri yang telah selesai di laksanakan, Sholawat dan salam selalu kita panjatkan kepada Baginda Nabi Muhammad SAW, Sang junjungan alam, sang tauladan hingga akhir zaman.

اَللَّهُ اَكْبَرْ، اَللَّهُ اَكْبَرْ ،اَللَّهُ اَكْبَرْ وَلِلّٰهِ الْحَمْدُ

Jama'ah sholat Idul Fitri yang dimuliakan Allah

Telah berlalu bulan Ramadhan bulan yang penuh berkah penuh Rahmat penuh ampunan, didalamnya ada perintah Allah untuk berpuasa menahan Lapar haus bukan sehari dua hari bukan 1 Minggu atau 2 Minggu, akan tetapi sampai 1 bulan penuh. Kita Mentaati perintah Allah, Dan sekarang 1 syawal di perintah kan Allah untuk makan minum, dilarang untuk berpuasa, dan kita pun harus mentaatinya. Apapun perintah Allah itu wajib kita taati.

اَللَّهُ اَكْبَرْ، اَللَّهُ اَكْبَرْ ،اَللَّهُ اَكْبَرْ وَلِلّٰهِ الْحَمْدُ

Jama'ah Sholat Idul Fitri yang di sayangi Allah

 

Selama bulan Ramadhan kita di uji oleh Allah. banyak hal yang menguji keimanan, banyak cobaan yang harus kita lewati, dan Alhamdulillah kita telah lulus ujian selama Ramadhan yang bermakna kita telah mendapatkan pundi-pundi pahala, juga dosa-dosa kita diampuni oleh Allah subhanahu wata’ala. Sehingga di hari yang suci ini jiwa kita bersih dari dosa kembali Fitri seperti awal mula kita dilahirkan di dunia.

اَللَّهُ اَكْبَرْ، اَللَّهُ اَكْبَرْ ،اَللَّهُ اَكْبَرْ وَلِلّٰهِ الْحَمْدُ

Jama'ah Sholat Idul Fitri yang di rahamati Allah

Datangnya Idul Fitri membawa kita semua kembali pada kesucian. Lalu, bagaimanakah kita menyikapi hari-hari setelah kita kembali pada keadaan suci ini? Setidaknya ada dua jawaban sebagai berikut:

Pertama, kita hendaknya meneruskan kebaikan yang sudah dicapai selama Ramadhan. Berakhir nya ramadhan bukan berarti kita berhenti beramal akan tetapi tetap meneruskan amalan-amalan kebaikan, tetap menjalankan sholat, tetap menjaga lisan, menjaga jiwa dari penyakit penyakit hati, seperti dengki, sombong, ujub, riya', tetap menjadi jiwa yang penyabar, tetap menjadi orang yang suka menolong.

Kedua, menjaga agar kita tidak mengalami kebangkrutan amal yang telah kita raih baik sebelum dan selama Ramadhan dengan cara tidak menzalimi orang lain.

Dalam hal ini Rasulullah shallahu alaihi wa sallam menjelaskan tentang kebangkrutan amal sebagaimana diriwayatkan dari Abu Hurairah dalam sebuah riwayat berikut ini:  

أَتَدْرُوْنَ مَا الْمُفْلِسُ؟

“Tahukah kalian siapakah orang yang mengalami bangkrut? Tanya Rasulullah kepada para sahabat. Mereka menjawab:

قَالُوْا: اَلْمُفْلِسُ فِيْنَا مَنْ لاَ دِرْهَمَ لَهُ وَلاَ مَتَاعَ

“Para sahabat menjawab : Orang bangkrut menurut pendapat kami ialah mereka yang tiada mempunyai uang dan tiada pula mempunyai harta benda.”

 “Maka Nabi menjawab”:

إِنَّ الْمُفْلِسَ مِنْ أُمَّتِي، يَأْتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ بِصَلاَةٍ وَصِيَامٍ وَزَكَاةٍ، وَيَأْتِي قَدْ شَتَمَ هٰذَا، وَقَذَفَ هٰذَا، وَأَكَلَ مَالَ هٰذَا، وَسَفَكَ دَمَ هٰذَا، وَضَرَبَ هٰذَا. فَيُعْطِى هٰذَا مِنْ حَسَنَاتِهِ وَهٰذَا مِنٰ حَسَنَاتِهِ. فَإِنْ فَنِيَتْ حَسَنَاتُهُ، قَبْلَ أَنْ يَقْضَى مَا عَلَيْهِ، أُخِذَ مِنْ خَطَايَاهُمْ فَطُرِحَتْ عَلَيْهِ. ثُمَّ طُرِحَ فِي النَّارِ

 “Sesungguhnya orang bangkrut dari umatku ialah mereka yang pada hari kiamat membawa amal kebaikan dari shalat, puasa, dan zakat. Tetapi mereka dahulu pernah mencaci maki orang lain, menuduh (dan mencemarkan nama baik) orang lain, memakan harta orang lain, menumpahkan darah orang lain dan memukul orang lain. Maka kepada orang yang mereka salahi itu diberikan pahala amal baik mereka; dan kepada orang yang lain lagi diberikan pula amal baik mereka. Apabila amal baik mereka telah habis sebelum hutangnya lunas, maka diambillah kesalahan orang yang disalahi itu dan diberikan kepada mereka; Sesudah itu, mereka yang suka mencaci, menuduh, memakan harta orang lain, menumpahkan darah orang lain, dan memukul orang lain itu, kemudian mereka dilemparkan ke dalam neraka.”

 اَللَّهُ اَكْبَرْ، اَللَّهُ اَكْبَرْ ،اَللَّهُ اَكْبَرْ وَلِلّٰهِ الْحَمْدُ

Jama'ah Sholat Idul Fitri yang di rahmati Allah

Tidak ada manusia yang ingin merugi, mempunyai banyak amalan akan tetapi habis karena hubungan yang tidak baik dengan sesama manusia. Maka dari itu

Di momen hari yang suci ini, marilah kita isi dengan bermaaf-maafan, meminta maaf dan memberikan maaf kesalahan saudara kita sesama manusia, baik kesalahan yang di sengaja maupun yang tidak di sengaja.

Di dalam sebuah hadits di sebutkan

مَا مِنْ مُسْلِمَيْنِ يَلْتَقِيَانِ، فَيَتَصَافَحَانِ ، إِلاَّ غُفِرَ لَهُمَا، قَبْلَ أَنْ يَتَفَرَّقَا

"Tidaklah dua orang muslim saling bertemu dan berjabat tangan (saling meminta dan memberi maaf) kecuali Allah ampunkan dosa nya sebelum kedua nya berpisah" (HR Tirmidzi)

اَللَّهُ اَكْبَرْ، اَللَّهُ اَكْبَرْ ،اَللَّهُ اَكْبَرْ وَلِلّٰهِ الْحَمْدُ

Jama'ah Sholat Idul Fitri yang di sayangi Allah

Di Momen idul Fitri tahun ini, tidak semua nya bisa merasakan nya, banyak saudara kita, keluarga kita orangtua kita, yang telah mendahului kita meninggalkan dunia, belum lengkap rasanya tanpa adanya kehadiran mereka, akan tetapi itu lah takdir yang di tentukan bahwa siapa saja bernyawa pasti akan mengalami kematian, momen idul Fitri ini hampa rasanya tanpa berziarah ke tempat dimana mereka di kebumikan, kebahagiaan yang kita rasakan di momen ini hendaklah kita berikan juga kepada mereka yang telah wafat dengan mendoakan mereka baca Alquran di hadiahkan untuk mereka, sehingga mereka juga bisa mendapatkan bagian dari kebahagiaan yang kita rasakan

 

 

اَللَّهُ اَكْبَرْ، اَللَّهُ اَكْبَرْ ،اَللَّهُ اَكْبَرْ وَلِلّٰهِ الْحَمْدُ

Jama'ah Sholat Idul Fitri yang di sayangi Allah

Momen bahagia di idul Fitri ini, mengingatkan kita bahwa hidup itu harus bahagia sekecil atau sebesar apapun kebahagian itu. hidup itu harus di jalani dengan kebahagiaan, ketenangan dan ridho atas takdir tuhan walapun apa saja ketentuan yang allah tetapkan, walapun banyak cobaan yang membuat jiwa kita lelah, membuat hati kita sedih dan tidak sedikit air mata yang menetes dalam menghadapi ujian itu. Itu lah kehidupan dunia yang memang di ciptakan untuk menguji hamba hamba Allah siapapun dia.

Di dunia ini kesedihan atau pun kebahagiaan hanyalah bersifat sementara, seberat apapun ujian segembira apapun kebahagiaan itu hanya sementara, kalau sudah ajal datang berakhir lah semua kesedihan berakhir lah sudah semua kebahagiaan hilang lah sudah, yang ada di depan mata adalah suatu kehidupan di alam yang berbeda setelah itu akan ada hari kebangkitan untuk mempertanggungjawabkan semua perbuatan yang telah dilakukan di dunia dan setelah itu tidak ada lagi kematian.

اَللَّهُ اَكْبَرْ، اَللَّهُ اَكْبَرْ ،اَللَّهُ اَكْبَرْ وَلِلّٰهِ الْحَمْدُ

Jama'ah Sholat Idul Fitri yang di sayangi Allah

Semua manusia menginginkan yang terbaik untuk kehidupannya baik itu di dunia maupun di akhirat, kebahagian yang ada di momen saat ini menjadi bagian dari kehidupan kita di dunia, kebahagiaan yang sesungguhnya kebahagiaan yang sejati kebahagiaan yang kekal hanya ada di surganya Allah SWT. kita berharap kepada Allah semoga Allah berikan kebahagiaan dan Allah  kekalkan kebahagiaan itu nanti di akhirat di surga nya Allah

اَللَّهُ اَكْبَرْ، اَللَّهُ اَكْبَرْ ،اَللَّهُ اَكْبَرْ وَلِلّٰهِ الْحَمْدُ

Jama'ah Sholat Idul Fitri yang di sayangi Allah

Bulan Syawal ini, memiliki makna yaitu meningkat, di harapkan pada momen ini kita gunakan sebaik baiknya untuk meningkatkan hubungan kita dengan Allah hablu minallah dan meningkatkan hubungan kita dengan sesama manusia, hablu minannas, dan hari ini  merupakan hari yang tepat untuk kita memperbaiki hubungan kita dengan sesama hamba Allah, yang mungkin sudah lama menyimpan dendam kepada orang lain, mungkin juga sudah lama menyimpan perasaan benci kepada orang lain, momen ini lah momen yang tepat untuk menjalin kembali hubungan yang telah lama terputus, mempererat kembali hubungan yang telah lama renggang, sehingga terciptalah persatuan yang kokoh dan tidak mudah terpecah belah sesuai yang di perintahkan oleh Allah dalam Al-Quran surah Ali Imran ayat 103

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

 

وَاعْتَصِمُوا بِحَبْلِ اللَّهِ جَمِيعًا وَلَا تَفَرَّقُوا  ۚوَاذْكُرُوا نِعْمَتَ اللَّهِ عَلَيْكُمْ إِذْ كُنْتُمْ أَعْدَآءً فَأَلَّفَ بَيْنَ قُلُوبِكُمْ فَأَصْبَحْتُمْ بِنِعْمَتِهِۦٓ إِخْوٰنًا وَكُنْتُمْ عَلٰى شَفَا حُفْرَةٍ مِّنَ النَّارِ فَأَنْقَذَكُمْ مِّنْهَا  ۗكَذٰلِكَ يُبَيِّنُ اللَّهُ لَكُمْ ءَايٰتِهِۦ لَعَلَّكُمْ تَهْتَدُونَ

"Dan berpegang teguhlah kamu semuanya pada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai-berai, dan ingatlah nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliah) bermusuhan, lalu Allah mempersatukan hatimu, sehingga dengan karunia-Nya kamu menjadi bersaudara, sedangkan (ketika itu) kamu berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu dari sana. Demikianlah, Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu agar kamu mendapat petunjuk."

(QS. Ali 'Imran 3: Ayat 103)

اَللَّهُ اَكْبَرْ، اَللَّهُ اَكْبَرْ ،اَللَّهُ اَكْبَرْ وَلِلّٰهِ الْحَمْدُ

Jama'ah Sholat Idul Fitri yang di muliakan Allah

Terakhir sebagai pengingat kita, setelah kita berlatih di uji dengan berbagai macam cobaan, selama di bulan ramadhan, hendaknya ada perubahan baik pada diri kita, ada perubahan yang baik di jiwa dan hati kita, memiliki prasangka yang baik memiliki lisan yang baik dan punya sifat yang terpuji, sehingga benarlah kita kembali dalam keadaan suci bukan hanya suci dari dosa akan tetapi juga suci dari perbuatan tercela dan berubah memiki akhlak yang mulia.

اللّٰهُ اَكْبَرْ (٣×) اللّٰهُ اَكْبَرْ (٤×) اللّٰهُ اَكْبَرْ كبيرا وَاْلحَمْدُ لِلّٰهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ اللّٰهِ بُكْرَةً وَ أَصْيْلاً لاَ اِلَهَ اِلاَّ اللّٰهُ وَ اللّٰهُ اَكْبَرْ اللّٰهُ اَكْبَرْ وَالِلّٰهِ اْلحَمْدُ

اَلْحَمْدُ الِلّٰهَ عَلىَ إِحْسَانِهِ وَالشُّكْرُ لَهُ عَلىَ تَوْفِيْقِهِ وَاِمْتِنَانِهِ. وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ اِلَهَ إِلاَّ اللّٰهُ  وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الدَّاعِى إلىَ رِضْوَانِهِ. اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وِعَلَى اَلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كِثيْرًا

أَمَّا بَعْدُ فَياَ اَيُّهَا النَّاسُ اِتَّقُوااللّٰهَ فِيْمَا أَمَرَ وَانْتَهُوْا عَمَّا نَهَى وَاعْلَمُوْا أَنَّ للّٰهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَـنَى بِمَلآ ئِكَتِهِ بِقُدْسِهِ وَقَالَ تَعاَلَى إِنَّ للّٰهَ وَمَلآئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِى يآ اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا. اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى للّٰهَ عَلَيْهِ وَسَلِّمْ

 وَعَلَى آلِ سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ

Marilah kita bersama-sama menadahkan tangan kita seraya berdoa kepada Allah SWT, kita hadirkan Allah di hati kita, kita lupakan sejenak urusan dunia, akui kelemahan kita, segala kekurangan Kita dan kita yakini bahwa Allah adalah maha segala nya. Rasakan lah bahwa Allah sedang melihat kita, Allah juga mengetahui segala isi hati kita, akui lah bahwa kita tak akan sanggup menjalani kehidupan tanpa adanya bantuan dari Allah SWT.

kemudian kita meminta kepada Allah dengan seyakin-yakinnya bahwa Allah akan mengabulkan semua doa kita.

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ مَالِكِ يَوْمِ الدِّينِ إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ صِرَاطَ الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلا الضَّالِّينَ اَللّهُمَّ صَلِّي وَ سَلِّم عَلَ رَسُولِكَ الاَمِين نَبِيِّكَ الكَرِيم نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ  وَعَلَ آلِهِ وَ صَحْبِهِ وَ سَلِّم  صَلَّ اللهُ عَلَيهِ وَ سَلَّم. اَللَّهُمَّ نَسْاَلُكَ يَا رَبَّ لعَالَمِين بِاَسْمَا اِكَ لْحُسنَ وَ سِفَا تِكَ العُولَا.

اَللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ اَلاَحْيآءُ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ

Ya Allah Ampunilah dosa kami, dosa kedua orangtua kami, dosa keluarga kami dosa penduduk kampung ini, dan dosa semua umat islam. ampuni lah dosa orang orang sebelum kami yang telah wafat, ampunilah sekelam dan sehina apapun masa lalu kami sebanyak apapun dosa kami ya Allah baik yang di sengaja maupun yang tidak disengaja. Dosa mata kami dosa tangan kami dosa telinga kami dosa lisan kami dosa hati kami dosa kemaluan kami dosa semua anggota tubuh kami.

Ya Allah pandang lah kami, kami adalah hambamu yang penuh dengan dosa, kesalahan, kemaksiatan pandanglah kami dengan pandangan kasih sayang berikan lah kepada kami ampunanmu, kami datang kepadamu membawa dosa sepenuh bumi dan kami memohon ampunanmu seluas langit, karena kami yakin ampunan mu sangatlah luas cukup untuk mengampuni semua hambamu, dan kami yakin engkau adalah tuhan yang maha penyayang kepada hambamu.

 رَبَّنَا لَاتَدَعلَنَ فِى مَقَامً هَذَ وَ فِى كُلِّ مَقَامً هَمًّ اِلَّا فَرَّجْتَه

Wahai Allah jika ada yang datang ke masjid ini ya rabb membawa kegelisahan dalam jiwanya jangan biarkan ia meninggalkan masjid ini kecuali telah engkau tenangkan keadaan hatinya.

 وَلاَ عَاسِرً اِلَّا يَسَّرتَه

Duhai Allah jika ada yang datang ke masjid ini membawa kesulitan dalam hidupnya, di rumah tangganya, di kehidupan sosialnya, di pekerjaannya, dengan sholat yang ia tunaikan ya rabb jangan biarkan ia meninggalkan masjid ini kecuali ya Allah engkau telah mudahkan dan angkat segala kesulitannya.

 وَلاَ مَرِيضً اِلَّا شَفَيتَه

Duhai Allah jika ada di antara kami ya rabb yang datang ke masjid ini atau di antara keluarganya, kerabatnya, yang engkau uji dengan penyakit seberat apapun ya rabb maka mohon di hari yang berkah ini mohon angkat dan sembuhkan segala jenis penyakitnya.

اَللَّهُمَّ يَا اَرحَمَ الرَّحِيمٍ تُبنَ اِلَيكَ يَا رَبَّ العَالَمِين. فِى هَذِهِ اليَومِ. اَللَّهُمَّ يَا الله اِذَ ا كَنَ هُنَلِكَ  فَجعَل حَيَاتَنَا حَيَاتً طَيِّبَة حَتَّ نَعُودَ اِلَيكَ يَا رَبَّ العَالَمِينَ بَقِيَّاتُ حَيَاتِنَا   

Ya Allah jika ada waktu tersisa setelah hari ini dalam kehidupan kami, maka mohon bimbing kami untuk berubah ya Allah, jadi hamba yang lebih baik dalam pandanganmu, baik dalam menjalani kehidupan sampai kami kembali wafat kehadapanmu ya rabb.

وَ اِذَا كَنَ هَذِهِ اليَومَ يَا رَبَّ العَلَمِينَ اَخِرُ حَيَاتِنَا. فَجعَل حَيَاتَنَا يَا الله حَيَاتً طَيِّبَة وَ مَمَتَنَا اليَومَ حُسنُ الخَاتِمَة قَو لِسَانَا يَا الله لِتَقُول كَلِمَةَ تَوحِد لَا اِلَهَ اِلَّا الله لَا اِلَهَ اِلَّا الله مُحَمَّدَ رَّسُولُ الله فِى سَكَرَا تٍ مَوتُ

Ya Allah jika memang hari ini adalah hari terakhir dalam kehidupan kami dan hari ini kami mesti wafat kembali kepadamu maka mohon ya Allah, jadikanlah akhir kehidupan kami husnul khotimah, kuatkan lisan kami untuk mengucapkan kalimat tauhid di akhir hidup kami,  Laa Ilaha Illallah, La Ilaha Illallah, Muhammadarrasulullah.

اَللَّهُمَّ نصُرنَ مِن هوَانَ يَا رَبَّ العَالَمِينَ. اَللَّهُمَّ نصُرنَ مِنَ الشَّيطَنِ الرَّجِيم. اَللَّهُمَّ نصُر اِخوَتَنَ فِى كُلِّ مَكَنَ

Duhai Allah kami mohon ya rabb anugrahkan pertolongan kepada kami dari hawa nafsu kami dari pengaruh setan dan mohon tolong saudara-saudara kami di segala tempat ya rabbal ‘alamin.

Ya Allah, kami mohon kepadamu dengan segala kuasamu dan dengan sifat mu yang maha pemurah berikanlah kepada kami kehidupan yang nikmat, berikan lah kepada kami Rezeki yang berlimpah dan berkah, berikanlah kepada kami keluarga yang sejahtera dan berikanlah kepada kami kebahagiaan di dunia dan di akhirat

       وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ رَبَّنَا آتِناَ فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً

سُبحَنَ رَبِّكَ رَبِّى عِزَّةِ عَمَّ يَسِيفُونَ وَسَّلَامٌ عَلَ المُرسَلِين والْحَمْدُ لله رَبِّ الْعَالَمِيْن

عِبَادَاللهِ ! إِنَّ اللّٰهَ يَأْمُرُنَا بِاْلعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيْتآءِ ذِي اْلقُرْبىَ وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشآءِ وَاْلمُنْكَرِ وَاْلبَغْي يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ وَاذْكُرُوا اللّٰهَ اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلىَ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللّٰهَ أَكْبَرْ

وَآخِرُ دَعْوَانَا أَنِ الْحَمْدُ اللّٰهَ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ

اَ السَّلَامُ عَلَيكُم وَ رَحمَتُ اللّٰهَ وَ بَرَكَاتُهُ 

khutbah jumat ramadhan

 

KHUTBAH JUM'AT

7 Amalan di bulan Ramadhan

 

اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الْعَلِيِّ الْأَعْلَى الَّذِي خَلَقَ فَسَوَّى، وَالَّذِي قَدَّرَ فَهَدَى، وَالَّذِي أَخْرَجَ الْمَرْعَى، فَجَعَلَهُ غُثَاءً أَحْوَى

نَحْمَدُهُ حَمْدًا كَثِيرًا، وَنَشْكُرُهُ شُكْرًا مَزِيدًا، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ؛ ،

وَأَشْهَدُ أَنَّ نَبِيَّنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ؛

اَللهُمّ صَلِّ وَسَلّمْ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمّدٍ وَعَلى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلٰى يَوْمِ الدِّيْنِ, اَمَّا بَعْدُ

عِبَادَ اللهِ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ عَزَّ وَجَلَّ حَيْثُ قَالَ تَبَارَكَ وَتَعَالَى، أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْم

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ

يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالْأَرْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا

 

Jamaah shalat Jumat rahimakumullah,

 

Di bulan Ramadhan yang penuh keutamaan ini, setelah kita bersyukur atas segala nikmat dan karunia Allah subhanahu wata’ala, mari kita ucapkan shalawat dan salam atas junjungan Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam beserta keluarga, sahabat, tabiin, dan orang-orang saleh yang meniti jejak langkah beliau hingga hari kiamat kelak.

Di bulan Ramadhan yang penuh kemuliaan ini, khatib berwasiat kepada diri khatib juga kepada jamaah sekalian untuk senantiasa meningkatkan iman dan takwa kepada Allah subhanahu wata’ala.

Jamaah shalat Jumat rahimakumullah,

 

Banyak amalan utama yang dapat kita kerjakan selama bulan Ramadhan. Di antara sekian banyak amalan tersebut, setidaknya ada 7 amalan di bulan Ramadhan yang patut untuk kita prioritaskan untuk dikerjakan secara maksimal.

Amalan Pertama: Qiyamul Lail

 

Amalan di bulan Ramadhan yang perlu kita prioritaskan adalah Qiyamul Lail. Qiyamul Lail merupakan amalan di bulan Ramadhan yang memiliki keutamaan tersendiri. Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh imam al-Bukhari hadits nomor 2009, dari jalur Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا، غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

“Barang siapa menghidupkan malam bulan Ramadhan dengan penuh keimanan dan penuh harap, maka diampuni dosa yang telah lalu.”

Qiyamul Lail itu tidak hanya shalat tarawih. Qiyamul Lail bisa amalan apa saja yang bernilai ibadah. Imam Ibnu Abidin menjelaskan dalam kitab Hasyiyah jilid 1 halaman 460, Qiyamul Lail artinya menyibukkan diri di sebagian besar waktu malam dengan aktivitas ketaatan seperti membaca al-Quran, menyimak hadits, bertasbih, atau shalawat.

Jadi, amalan apa pun yang berwujud ibadah kepada Allah subhanahu wata’ala, maka itu sudah termasuk kategori Qiyamul Lail.

Jamaah shalat Jumat rahimakumullah

Amalan Kedua: Tilawah al-Quran

Amalan di bulan Ramadhan yang memiliki keutamaan yang kedua adalah tilawah al-Quran. Al-Quran, apabila kita membacanya di luar bulan Ramadhan, Allah subhanahu wata’ala menjanjikan pahala yang banyak. Selain itu, al-Quran juga dapat memberi syafaat bagi pembacanya di akhirat kelak. Salah seorang sahabat bernama Abu Umamah al-Bahili pernah mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

اِقْرَءُوا الْقُرْآنَ فَإِنَّهُ يَأْتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ شَفِيعًا لِأَصْحَابِهِ

“Bacalah Al-Quran, sebab kelak ia akan datang di hari kiamat sebagai pemberi syafaat kepada pembacanya.” (HR. Muslim No. 804)

Maka, jika pada hari biasa saja membaca al-Quran akan mendapatkan banyak pahala, tentu keutamaan membaca al-Quran di bulan Ramadhan lebih besar lagi dibanding bulan-bulan yang lain. Imam al-Bukhari meriwayatkan sebuah hadits. Hadits nomor 6. Suatu ketika Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma menceritakan aktivitas Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam selama bulan Ramadhan.

وَكَانَ يَلْقَاهُ فِي كُلِّ لَيْلَةٍ مِنْ رَمَضَانَ فَيُدَارِسُهُ القُرْآنَ

“Malaikat Jibril selalu mendatangi Nabi di setiap malam selama bulan Ramadhan. Beliau memperdengarkan bacaan al-Quran kepadanya (dan Jibril menyimak).”

Amalan Ketiga: Sedekah Makanan

Jamaah shalat Jumat rahimakumullah,

Amalan di bulan Ramadhan yang sering Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam kerjakan adalah sedekah makanan.

Sahabat mulia, Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma memberi kesaksian tentang sedekah di bulan Ramadhan yang dilakukan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, sebagaimana diriwayatkan oleh imam al-Bukhari dalam kitab Shahih al-Bukhari nomor 6,

 

كَانَ أَجْوَدُ مَا يَكُونُ فِي رَمَضَانَ حِينَ يَلْقَاهُ جِبْرِيلُ

“Rasulullah adalah orang yang paling dermawan di bulan Ramadhan, ketika itu Malaikat Jibril selalu mendatangi beliau.”

فَلَرَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَجْوَدُ بِالخَيْرِ مِنَ الرِّيحِ المُرْسَلَةِ

 

“Apabila Jibril mendatanginya, beliau lebih giat lagi dalam berderma melebihi angin yang berhembus.”

Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma telah menyifati Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dengan sifat juud (dermawan). Dan sifat dermawan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam di bulan Ramadhan lebih meningkat dibanding bulan-bulan lainnya.

Tak sampai di situ, Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma menganalogikan sifat dermawan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dengan angin yang berhembus (ar-Riih ar-Mursalah). Maknanya, bersegeranya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam kedermawanan melebihi kecepatan hembusan angin.

Faedah utama yang dapat dipetik dari hadits di atas adalah motivasi untuk semangat berderma dan melakukan amal kebajikan di setiap waktu, dan lebih ditingkatkan lagi intensitasnya di bulan Ramadhan.

Amalan Keempat: Umrah

Jamaah shalat Jumat rahimakumullah,

Dalam kitab Shahih al-Bukhari, hadits nomor 1690, Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma pernah menyampaikan peristiwa wanita Anshar yang tidak ikut berangkat Haji lantaran Kendaraan yang dimiliki hanya cukup ditumpangi oleh suami dan anaknya.

Lalu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam memberi petunjuk kepadanya,

فَإِذَا كَانَ ‌رَمَضَانُ ‌اعْتَمِرِي فِيهِ، فَإِنَّ عُمْرَةً فِي رَمَضَانَ حَجَّةٌ

“Jika datang bulan Ramadhan, laksanakanlah Umrah, karena Umrah di bulan Ramadhan bagaikan ibadah Haji.”

Amalan Kelima: Menjauhi Ghibah, Namimah, dan Dusta

Jamaah shalat Jumat rahimakumullah,

Amalan di bulan Ramadhan lainnya yang memiliki keutamaan adalah menjauhi ghibah, namimah, dan perkataan dusta.

Puasa bukan hanya ibadah yang sekedar menahan untuk tidak makan dan tidak minum. Namun, puasa juga ibadah yang menahan diri dari seluruh bentuk perkataan dan perbuatan yang dilarang oleh Allah subhanahu wata’ala.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pernah bersabda dalam sebuah hadits sebagaimana diriwayatkan oleh imam al-Bukhari, hadits nomor 1804, dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu,

 

 

‌مَنْ ‌لَمْ ‌يَدَعْ ‌قَوْلَ ‌الزُّورِ وَالْعَمَلَ بِهِ، فَلَيْسَ لِلَّهِ حَاجَةٌ فِي أَنْ يَدَعَ طَعَامَهُ وَشَرَابَهُ

“Barang siapa tidak meninggalkan perkataan dusta dan perbuatannya, maka Allah tidak butuh dia meninggalkan makan dan minumnya.”

Jabir bin Abdullah pernah menasihati, sebagaimana terdapat dalam Riwayat Ibnu Abi Syaibah, dalam kitabnya al-Mushannaf nomor 8880,

‌إِذَا ‌صُمْتَ ‌فَلْيَصُمْ ‌سَمْعُكَ وَبَصَرُكَ وَلِسَانُكَ عَنِ الْكَذِبِ وَالْمَآثِمِ، وَدَعْ أَذَى الْخَادِمِ وَلْيَكُنْ عَلَيْكَ وَقَارٌ وَسَكِينَةٌ يَوْمَ صِيَامِكَ، وَلَا تَجْعَلْ يَوْمَ فِطْرِكَ وَيَوْمَ صِيَامِكَ سَوَاءً

“Jika engkau puasa, maka puasakan pendengaran, penglihatan, dan lisanmu dan dusta dan berbagai bentuk dosa. Jangan engkau sakiti pembantumu. Tetap bersikap tenang saat sedang puasa. Jangan engkau anggap sama hari-harimu ketika tidak berpuasa dengan hari-harimu ketika sedang puasa.”

Amalan Keenam: Doa

Jamaah shalat Jumat rahimakumullah,

Salah satu cara kita memanfaatkan kemuliaan bulan Ramadhan adalah dengan memperbanyak doa dan tobat. Keutamaan berdoa di akhir malam lebih besar dari paruh waktu lainnya. Di bulan Ramadhan, berdoa di waktu sepuluh hari terakhir juga memiliki keutamaan tersendiri. Karena pada waktu itu terdapat lailatul qadar, malam yang keutamaannya setara dengan seribu bulan.

Imam al-Bukhari meriwayatkan sebuah hadits dalam kitab Shahih-nya, hadits nomor 1145, dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pernah bersabda,

يَنْزِلُ رَبُّنَا تَبَارَكَ وَتَعَالَى كُلَّ لَيْلَةٍ إِلَى السَّمَاءِ الدُّنْيَا حِينَ يَبْقَى ثُلُثُ اللَّيْلِ الآخِرُ يَقُولُ:

 مَنْ يَدْعُونِي، فَأَسْتَجِيبَ لَهُ مَنْ يَسْأَلُنِي فَأُعْطِيَهُ، مَنْ يَسْتَغْفِرُنِي فَأَغْفِرَ لَهُ

“Rabb kita Tabaraka wata’ala setiap malam turun ke langit dunia ketika sepertiga malam, lantas Ia berkata, ‘Siapa yang berdoa kepada-Ku maka aku beri, siapa yang meminta ampun kepada-Ku maka Aku ampuni?’”

Amalan Ketujuh: I’tikaf

Jamaah shalat Jumat rahimakumullah,

I’tikaf di sepuluh hari terakhir Ramadhan merupakan amalan di bulan Ramadhan yang keutamaannya sangat besar.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, teladan kita, selalu bersungguh-sungguh dalam melaksanakan ibadah ini.

Abdullah bin Umar radhiyallahu ‘anhuma memberi kesaksian, sebagaimana diriwayatkan oleh imam al-Bukhari dalam kitab shahih-nya, hadits nomor 2025, beliau menyampaikan,

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَعْتَكِفُ العَشْرَ الأَوَاخِرَ مِنْ رَمَضَانَ

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasanya melaksanakan i’tikaf di sepuluh hari terakhir Ramadhan.”

Jamaah shalat Jumat rahimakumullah,

Masyaallah, demikian istimewanya bulan Ramadhan ini. Oleh karena itu, mari kita manfaatkan kesempatan berharga ini untuk memperbanyak pundi-pundi pahala kita masing-masing. Jangan sampai kesempatan emas ini terlewat begitu saja.

Demikianlah tujuh amalan di bulan Ramadhan yang dapat kami sampaikan. Semoga Allah ridha dengan segala amal ibadah kita, dan Allah mudahkan segala urusan kita. Aamiin

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ, وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ, وَتَقَبَّلَ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَاسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ فَاسْتَغْفِرُوْهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

KHUTBAH KEDUA

اَلْحَمْدُ للهِ عَلىَ إِحْسَانِهِ وَالشُّكْرُ لَهُ عَلىَ تَوْفِيْقِهِ وَاِمْتِنَانِهِ. وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ اِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ. وَأَشْهَدُ أنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الدَّاعِى إلىَ رِضْوَانِهِ. اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وِعَلَى اٰلِهِ وَاَصْحَابِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كِثيْرًا. أَمَّا بَعْدُ:

فَياَ اَيُّهَا النَّاسُ, اِتَّقُوااللهَ فِيْمَا أَمَرَ وَانْتَهُوْا عَمَّا نَهَى وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَـنَى بِمَلآ ئِكَتِهِ بِقُدْسِهِ. وَقَالَ تَعاَلَى, إِنَّ اللهَ وَمَلآئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِى يآ اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا. اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلِّمْ وَعَلَى آلِ سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَنْبِيآئِكَ وَرُسُلِكَ وَمَلآئِكَةِ الـْمُقَرَّبِيْنَ, وَارْضَ اللّهُمَّ عَنِ اْلخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ أَبِى بَكْرٍ وَعُمَرَ وَعُثْمَانَ وَعَلِي وَعَنْ بَقِيَّةِ الصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِيْنَ وَتَابِعِي التَّابِعِيْنَ لَهُمْ بِاِحْسَانٍ اِلىٰ ىيَوْمِ الدِّيْنِ, وَارْضَ عَنَّا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ

اَللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ اَلاَحْيآءِ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ

DOA

اللهُمَّ أَعِزَّ اْلإِسْلاَمَ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَاْلمُشْرِكِيْنَ وَانْصُرْ عِبَادَكَ اْلمُوَحِّدِيَّةَ وَانْصُرْ مَنْ نَصَرَ الدِّيْنَ وَاخْذُلْ مَنْ خَذَلَ اْلمُسْلِمِيْنَ وَ دَمِّرْ أَعْدَاءَالدِّيْنِ وَاعْلِ كَلِمَاتِكَ إِلَى يَوْمَ الدِّيْنِ

اللهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا اْلبَلاَءَ وَاْلوَبَاءَ وَالزَّلاَزِلَ وَاْلمِحَنَ وَسُوْءَ اْلفِتْنَةِ وَاْلمِحَنَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ عَنْ بَلَدِنَا اِنْدُونِيْسِيَّا خآصَّةً وَسَائِرِ اْلبُلْدَانِ اْلمُسْلِمِيْنَ عآمَّةً يَا رَبَّ اْلعَالَمِيْنَ

رَبَّنَا آتِناَ فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. رَبَّنَا ظَلَمْنَا اَنْفُسَنَاوَاِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ اْلخَاسِرِيْنَ

عِبَادَاللهِ ! إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِاْلعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيْتآءِ ذِي اْلقُرْبىَ وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشآءِ وَاْلمُنْكَرِ وَاْلبَغْي يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ وَاذْكُرُوا اللهَ اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلىٰ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرْ

khutbah Idul Fitri Paling Menyentuh

Khutbah Idul Fitri Pesan Pesan Penting Di Momen Idul Fitri Oleh : Binto, S.Pd اَ لسَّلَامُ عَلَيكُم وَ رَحمَتُ للّٰهِ وَ بَرَكَاتُهُ ...