BAB I
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Istilah filsafat bisa dilacak etimologinya dari
istilah Arab falsafah, atau bahasa Inggris Philosophy yang berasal dari bahasa
Yunani, Philosophia yang terbentuk dari dua akar kata : philen (mencintai) dan
sophos (bijaksana), atau juga philos (teman) dan Sophia (kebijaksanaan). Jadi
filsafat adlah cinta akan kebijaksanaan.Secara terminologis, penulis
menggunakan definisi filsafat sebagai berikut :Filsafat adalah kegiatan / hasil
pemikiran / perenungan yang menyelidiki sekaligus mendasari segala sesuatu yang
berfokus pada makna di balik kenyataan/ teori yang ada untuk disusun dalam
sebuah system pengetahuan rasional.
Pada permulaan sejarah filsafat di Yunani,
“philosophia” meliputi hampir seluruh pemikiran teoritis. Tetapi dalam
perkembangan ilmu pengetahuan dikemudian hari, ternyata juga kita lihat adanya
kecenderungan yang lain. Filsafat Yunani Kuno yang tadinya merupakan suatu
kesatuan kemudian menjadi terpecah-pecah. Lebih lanjut Nuchelmans (1982),
mengemukakan bahwa dengan munculnya ilmu pengetahuan alam pada abad ke 17, maka
mulailah terjadi perpisahan antara filsafat dan ilmu pengetahuan. Dengan
demikian dapatlah dikemukakan bahwa sebelum abad ke 17 tersebut ilmu
pengetahuan adalah identik dengan filsafat.
Perkembangan ilmu pengetahuan semakin lama semakin
maju dengan munculnya ilmu-ilmu baru yang pada akhirnya memunculkan pula
sub-sub ilmu pengetahuan baru bahkan kearah ilmu pengetahuan yang lebih khusus
lagi seperti spesialisasi-spesialisasi. Ilmu pengetahuan dapat dilihat sebagai
suatu sistem yang jalin-menjalin dan taat asas (konsisten) dari
ungkapan-ungkapan yang sifat benar-tidaknya dapat ditentukan.
Menurut sejarah kelahiran istilahnya, filsafat
terwujud sebagai sikap yang ditauladankan oleh Socrates. Yaitu sikap seorang
yang cinta kebijaksanaan yang mendorong pikiran seseorang untuk terus menerus
maju dan mencari kepuasan pikiran, tidak merasa dirinya ahli, tidak menyerah
kepada kemalasan, terus menerus mengembangkan penalarannya untuk mendapatkan
kebenaran.
B. RUMUSAN MASALAH
1. Pengembangan Teori dan
Alternatif Metodologinya
2. Etika dan Pengembangan
Ilmu dan Teknologi
C. TUJUAN PENULISAN
1. Mengetahui Pengembangan
Teori dan Alternatif Metodologinya
2. Mengetahui Etika dan
Pengembangan Ilmu dan Teknologi
BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengembangan Teori dan
Alternatif Metodologinya
Kesamaan
antara ilmu pengetahuan dan filsafat, bahwa keduanya sama- sama mengejar
kebenaran. Kebenaran yang ditemukan tidak sekedar demi kepentingan teori saja,
melainkan demi kepentingan serta peningkatan hidup menusia seluruhnya.
Perbedaannya terletak pada obyek yang diselidiki serta sudut tinjauannya
terhadap obyek ilmu pengetahuan dari penyelidikan lahirlah ilmu- ilmu
pengetahuan khusus, seperti ilmu bumi, ilmu alam dan sebagainya.
Kajian filsafat ilmu :
Ontology
Epistimologi
Aksiologi
Ilmu khusus yang sesuai dengan
obyek kajiannya antara lain :
-
Metaphysica Generalis
-
Theodicia Naturalis
-
Cosmologia
-
Anthropologia Filosofica
-
Filsafat Biologie
-
Filsafat Psichologi
-
Filsafat Sosiologie
-
Epistimologi
-
Filsafat Etica
-
Filsafat Estetika
Metode dalam penyelidikan ilmu
dan filsafat :
-
Metode histories
- Sistematis
B. Etika dan Pengembangan Ilmu dan Teknologi
Etika adalah
studi bagaimana seseorang harus memperlakukan manusia dan keberadaan yang lain,
berisi identifikasi hak-hak yang dimiliki setiap entitas. Hanya saja
perkembangan ilmu dan teknologi yang sangat pesat ini terkadang tidak sejalan
dengan tujuan semuala yaitu menciptakan teknologi yang memberikan kemudahan
tanpa menimbulkan kerusakan serta keinginan manusia yang cinta damai. Sebagai
contoh adanya pengeboman, pemalsuan obat dan produk-produk, cloning yang tidak
sesuai dan senjata nuklir penghancur masal.
BAB III
PENUTUP
A.
KESIMPULAN
Kesamaan
antara ilmu pengetahuan dan filsafat, bahwa keduanya sama- sama mengejar
kebenaran. Kebenaran yang ditemukan tidak sekedar demi kepentingan teori saja,
melainkan demi kepentingan serta peningkatan hidup menusia seluruhnya.
Perbedaannya terletak pada obyek yang diselidiki serta sudut tinjauannya terhadap
obyek ilmu pengetahuan dari penyelidikan lahirlah ilmu- ilmu pengetahuan
khusus, seperti ilmu bumi, ilmu alam dan sebagainya.
Etika
adalah studi bagaimana seseorang harus memperlakukan manusia dan keberadaan
yang lain, berisi identifikasi hak-hak yang dimiliki setiap entitas.
B. SARAN
Jika seseorang ingin membuktikan kebenaransuatu pengetahuan maka
cara, sikap, dan sarana yang digunakan untuk membangunpengetahuan tersebut
harus benar. Apa yang diyakini atas dasar pemikiran mungkin saja tidak benar
karena ada sesuatu di dalam nalar kita yang salah. Demikian pula apa yang kita
yakini karena kita amati belum tentu benar karena penglihatan kita mungkin saja
mengalami penyimpangan. Itulah sebabnya ilmu pengetahan selalu berubah-ubah dan
berkembang.
DAFTAR PUSTAKA
http://katakatatanpabahasa.blogspot.com/2012/09/filsafat-ilmu.html
Tidak ada komentar:
Posting Komentar