Cukuplah kematian sebagai nasehat
Ma’asyirol muslimin
rahimakumullah
Kita hidup di dunia ini sering kita melihat suatu
kehidupan baru bagi seorang petani mereka melihat kehidupan baru yaitu tanaman
yang mereka tanam tumbuh perlahan mulai dari kecil lalu membesar kemudian
berbuah setelah mencapai pertumbuhan yang maksimal per lahan lahan tanaman itu
berkurang kondisi nya mulai layu lalu menunduk menguning dan tidak lama
kemudian tumbuhan itu mati.
Dari peristiwa tersebut kita
bahkan tidak mengambil pelajaran jarang
sekali kita memikirkan hal yang seperti itu padahal kalau kita perhatikan
dengan baik bahwa kehidupan kita di dunia juga seperti itu.
Kita merasakan kesenangan
kenikmatan kelezatan di dunia ini akan tetapi terkadang kita lupa akan siapa
yang telah memberikan kepada kita kenikmatan tersebut.
Ketika kita merasakan kenikmatan
seakan akan kita ingin hidup di dunia ini selama-lamanya dan kita terlena akan
nikmat yang kita rasakan, lupa bahwasanya kenikmatan itu hanya sementara dan akan
kita tinggalkan semua kenikmatan tersebut.
Hidup kita di dunia ini
tidak lain hanya sebagai ujian dan kematian sebagai batas waktu kita di uji.
Fase hidup kita dari pertama
kali kita di hidupkan di dunia ini mulai dari anak anak remaja dewasa sampai
kita tua dan akhirnya mati merupakan kesempatan yang di berikan oleh Allah
‘azza wa jall untuk beramal soleh mengerjakan ketaatan dan kebaikan karena
tujuan kita di ciptakan adalah untuk taat beribadah kepada allah sebagai mana Allah
subhanhu wa ta’ala berfirman dalam Quran surah Adz Dzariyat ayat 56
Yang artinya:”tidak aku
ciptakan jin dan manusia melainkan untuk beribadah kepadaku.”
Dari ayat di atas telah
tampak lah bahwa kita di ciptakan itu untuk beribadah kepada Allah, dunia dan
fasilitasnya kita jadi sarana untuk beribadah kepada Allah rabbul ‘alamin.
Hingga pada saat kesempatan
untuk beribadah kepada Allah telah habis yakni kematian kita tidak akan pernah
bisa lagi ber amal melakukan ketaatan.
Kita di perintahkan oleh
allah supaya memperhatikan hari yang di mulai setelah kematian yakni hari
akhirat, sebagaimana firman Allah subhanahu wa ta’ala dalam Quran surah Al Hasyr
ayat 18
Yang artinya;” wahai orang
orang yang beriman bertakwalah kepada allah dan hendaklah setiap orang
memperhatikan apa yang telah di perbuat nya untuk hari esok (akhirat) dan
bertakwalah kepada allah. Sesungguhnya allah maha teliti terhadap apa yang kamu
kerjakan”
Dari ayat tersebut timbul pertanyaan
buat kita apa yang sudah kita siapkan untuk menghadapi hari esok yakni akhirat
yang di mulai dengan kematian
Ma’asyirol muslimin rahimakumullah
Marilah kita renungkan apa
yang sudah kita perbuat selama ini mari kita ingat kembali apa saja hal yang
sudah kita lakukan kita hidup di dunia ini sudah berapa tahun lamanya, apakah
selama ini yang kita kerjakan lebih banyak amal kebaikan atau justru lebih
banyak melakukan kemaksiatan.
Beruntunglah orang yang
selama hidupnya selalu melakukan ketaatan walaupun sesekali dia bermaksiat
karena manusia ini tidak lepas dari kesalahan dan dosa, sebagaimana disebutkan
dalam salah satu riwayat bahwa :”setiap anak adam itu berbuat salah dan sebaik
baik orang yang berbuat salah itu adalah orang yang bertaubat”
Dan ketika orang yang banyak
berbuat amal kebaikan saat menghadapi sakratul maut maka di keluarkan ruh nya
dari jasad nya seperti mengeluarkan air
dalam kendi.
Berbeda dengan orang yang
selama hidup nya selalu berbuat kemaksiatan yang tidak pernah ingat dengan
kematian maka di keluarkan ruh nya dari jasad nya seperti mengeluarkan besi
yang berduri dalam kain wol yang basah, sulit dan menyakitkan
Ma’syirol muslimin rahimakumullah
Kita hidup di dunia ini
hanya sebentar, kalau seandainya kita hidup di dunia ini 60 tahun tahukah kita
bahwa satu hari di sisi allah itu 1000 tahun jika satu hari sama dengan 24 jam
berarti kita hidup Cuma 1,5 jam
Dan setiap kita ini pasti
akan merasakan yang namanya kematian sebagai mana firman Allah subhanahu wa
ta’ala dalam Quran surah Ali ‘Imran 185
Yang artinya:”setiap jiwa
pasti akan mati, dan akan kami sempurnakan ganjaran pahalamu pada hari kiamat.
Barang siapa yang dijauhkan dari api neraka di masukkan ke dalam surga maka dia
telah memperoleh kemenangan. Dan tidaklah kehidupan dunia melainkan kesenangan
yang menipu”
Kematian itu bisa datang
kapan saja dimana saja baik anak anak remaja orang dewasa dan juga lansia
bahkan ada masih dalam kandungan ibunya sudah di cabut nyawanya.
Kematian tidak dapat di hindari
oleh manusia manapun walau pun ia berada dalam benteng yang sangat kokoh. Di
tempat yang orang yang tidak tahu sekali pun pasti tidak akan dapat menghindari
kematian.
Jikalau kita sudah tahu
bahwa kita semua pasti akan mati dan akan di kembalikan kepada Allah subhanahu
wa ta’ala marilah kita persiapkan diri kita untuk menghadapi nya.
Jika seseorang meninggal dalam keadaan baik atau
husnul khatimah, maka ia termasuk golongan kanan dan akan mendapatkan
kenikmatan yang sangat banyak sebagaimana
firman Allah ‘azza wa jall dalam Quran surah Al Waqi’ah ayat 27-38.
Yang artinya:” dan golongan
kanan, alangkah mulianya golongan kanan itu. (mereka) berada diantara pohon
bidara yang tidak berduri, dan pohon pisang yang bersusun susun (buah nya), and
naungan yang terbentang luas, dan air yang mengalir terus menerus, dan buah
buahan yang banyak, yang tidak berhenti berbuah dan tidak terlarang
mengambilnya, dan kasur kasur yang tebal lagi empuk. Kami menciptakan mereka
(bidadari-bidadari itu) secara langsung, lalu kami jadikan mereka perawan
perawan, yang penuh cinta (dan) sebaya
umur nya, untuk golongan kanan”
Dan adapun jika ia orang
yang lalai dari mengingat allah selalu berbuat maksiat dan mati dalam keadaan
tidak baik atau suul khotimah maka ia akan mendapatkan siksa yang pedih dan
termasuk ke dalam golongan kiri sebagai mana firman Allah subhanahu wa ta’ala
dalam Quran surah Al Waqi’ah ayat 41-44
Yang artinya:” dan golongan
kiri, alangkah sengsaranya golongan kiri itu. (mereka) dalam siksaan angin yang
sangat panas dan air yang mendidih dan naungan asap yang hitam, tidak sejuk dan
tidak pula menyenangkan”
Dan di ayat lain Allah
berfirman dalam Quran surah Dukhan ayat 43-48
Yang artinya:” sungguh pohon
zaqqum iti, makanan bagi orang yang banyak dosa, seperti cairan tembaga yang
mendidih di dalam perut, seperti mendidih nya air yang sangat panas.”pegang lah
ia, kemudian seretlah dia sampai ke tengah tengah neraka, kemudian tuangkan lah
di atas kepalanya azab (dari) air yang sangat panas”
Kita berlindung kepada allah
dari siksa yang yang sangat pedih dan semoga kita mati dalam keadaan husnul
khotimah juga termasuk golongan kanan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar