Esensi Takwa dan Faedahnya
إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ
وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَ مِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ
يَهْدِ اللَّهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِىَ لَهُ
وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ
لَهُ
وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ
وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ
آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلا سَدِيدًا يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ
وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا
عَظِيمًا
اللّهُمَّ صَلِّ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَمَنْ
تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ
Ma’asyirol muslimin jama’ah shalat yand dimuliakan Allah
Mengawali jum’at ini 9 Romadhon 1439 Hijriah, kita bersyukur kepada
Allah, Alhamdulillah diantara sekian hamba allah yang masih diberi kesempatan
menjalani kehidupan di muka bumi ini, kita yang masih di ringankan langkahnya,
di lembutkan hatinya, diberikan kekuatan iman untuk merespon perintah allah
seruan al quran dalam menunaikan ibadah jumat pada hari ini, kita bermohon pada
allah swt, semoga jum’at ini dijadikan oleh allah swt sebagai jum’at terbaik
diantara sekian jum’at yang pernah kita tunaikan
jama’ah shalat jumat rahimani wa rahimakumullah
Dalam setiap kesempatan jum’at bahkan umumnya dalam sesi ta’lim
rasul saw beliau senantiasa membuka ta’limnya, bahkan jum’at dalam tiap pekannya
untuk mengingatkan setiap umatnya, dari generasi sahabat yg di terus kan itu
kemudian oleh generasi setelahnya agar meningkatkan ketakwaan nya kepada Allah
swt. Dari sekian takwa yang dihadirkan setiap jum’at itu bahkan hingga kini
pernahkah kemudian kita bertanya apa hakikat dari takwa itu apa faidah dari
takwa itu sehingga kalau tidak penting mustahil di ingatkan dalam setiap pekan
kalau tidak penting mustahil di ingatkan dalam tiap generasi.
Jama’ah jum’at yang di muliakan Allah
Ketika takwa di ingatkan oleh nabi saw umumnya dalam tiap
kesempatan jum’at maka Al-Qur’an memberikan gambaran kepada kita dibalik pesan
takwa itu, ada beberapa keistimewaan yang ingin Allah sampaikan, kemudian
ditanamkan di jiwa kita dan didapatkan dalam kehidupan keseharian kita, Apa di
antaranya?
وَمَنْ يَتَّقِ
اللَّهَ يَجْعَلْ لَهُ مَخْرَجًا وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لا يَحْتَسِبُ
Artinya : “Barang siapa yang
bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan ke luar. Dan
memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya.” ( Q.S. At-Talaq 2-3
)
Ayat tadi
menyampaikan pesan kepada kita bahwa siapa saja baik itu kecil besar, tua muda
siapa pun jika ia mau meningkatkan takwa nya kepada Allah swt maka akan diberikan jalan keluar dari setiap
kesulitan yang di alaminya dalam kehidupan. Solusi dari setiap permasalahan
yang kita hadapi saat ini tenaganya tidak banyak biayanya tidak mahal, jika
anda punya permasalahan yang tidak tuntas tuntas, barangkali bukan jabatan yang
kurang tinggi, bukan harta yang kurang banyak mungkin kurang Takwa kepada Allah
swt.
Kemudian Jika
siapa pun yang mau meningkatkan takwanya kepada allah swt, maka akan allah
berikan rezeki dari arah yang tidak di sangka sangkanya. Dalam permasalahan
riski, kita disuruh oleh Allah untuk berusaha, riski kita ada di langit, وَفِي السَّمَاءِ رِزْقُكُمْ وَمَا تُوعَدُونَ
( Dan di
langit terdapat rezkimu dan terdapat
(pula) apa yang dijanjikan kepadamu. ) Q.S. Adzdzariyat 22
Kita berada di
bumi, maka allah turunkan riski itu ke bumi هُوَ الَّذِي خَلَقَ
لَكُمْ مَا فِي الأرْضِ جَمِيعًا
(Dia-lah
Allah, yang menjadikan segala yang ada di bumi untuk kamu). Q.S Al-Baqarah 29 Bumi itu luas, kita berada di sini riski kita
bisa jadi di tempat lain, maka dari itu kita di suruh untuk mencari riski itu.
Bagi orang beriman Q.S Al-Baqarah 172 يَا أَيُّهَا الَّذِينَ
آمَنُوا كُلُوا مِنْ طَيِّبَاتِ مَا رَزَقْنَاكُمْ
(Hai
orang-orang yang beriman, makanlah di antara rezeki yang baik-baik yang Kami
berikan kepadamu)
Pada ayat ini
kalimat nya di mulai dengan kata iman kemudian kalimat halalnya di hilangkan
lalu kalimat toyyib nya di jama’kan, apa kata ulama tafsir, bahwasanya orang
yang beriman sudah pasti imannya akan menuntunnya kepada yang halal halal, jadi
kalau ada orang yang mengaku beriman tapi masih mencari haram, maka ada yang
salah dengan imannya.
orang yang
beriman akan allah berikan keberkahan di rizkinya, dan allah yang dekatkan
bukan ia yang lelah mencari. Jika ada orang yang susah dalam mencari riski mungkin
bukan kurang usaha tapi kurang imannya kepada allah swt.
Kemudian bagi
orang yang beriman dan bertakwa
Q.S Al-A’raf 96 وَلَوْ أَنَّ أَهْلَ
الْقُرَى آمَنُوا وَاتَّقَوْا لَفَتَحْنَا عَلَيْهِمْ بَرَكَاتٍ مِنَ السَّمَاءِ وَالأرْضِ
(Jika
sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan
melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi)
Pada ayat
tersebut jika penduduk suatu negri mau meningkatkan iman dan takwanya kepada
allah, maka allah akan berikan keberkahan dari langit dan bumi, mau mencari
kemana lagi jikalau sudah allah bukakan pintu keberkahan dari langit dan bumi
melainkan akan allah dekatkan kepada kita.
Jama’ah jum’at
yang dimuliakan Allah
Tidak sampai
di situ bagi orang yang bertakwa akan allah perbaiki kekurangan dalam
perilakunya juga di ampuni kesalahannya.
يُصْلِحْ لَكُمْ
أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ
آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلا سَدِيدًا
(Hai
orang-orang yang beriman, bertakwalah kamu kepada Allah dan katakanlah perkataan
yang benar, niscaya Allah memperbaiki bagimu amalan-amalanmu dan mengampuni
bagimu dosa-dosamu.) QS Al-Ahzab 71-72
Juga di
hapuskan sifat buruknya يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنْ
تَتَّقُوا اللَّهَ يَجْعَلْ لَكُمْ فُرْقَانًا وَيُكَفِّرْ عَنْكُمْ سَيِّئَاتِكُمْ
وَيَغْفِرْ لَكُمْ وَاللَّهُ ذُو الْفَضْلِ الْعَظِيمِ
(Hai
orang-orang yang beriman, jika kamu bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan
memberikan kepadamu furqaan dan menghapuskan segala kesalahan-kesalahanmu dan
mengampuni (dosa-dosa) mu. Dan Allah mempunyai karunia yang besar ) Q.S
Al-Anfal 29
Juga di
tambahkan ilmu pengetahuan وَاتَّقُوا اللَّهَ وَيُعَلِّمُكُمُ
اللَّهُ (Dan bertakwalah kepada Allah; dan Allah
mengajarkan mu) Q.S Al-Baqarah 282
Kemudian bagi
orang yang bertakwa hidupnya akan bahagia وَاتَّقُوا اللَّهَ
لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ (bertakwalah kepada Allah supaya kamu sukses
dan bahagia) Q.S Al-Baqarah 189.
Jama’ah jum’at
yang di muliakan allah
Allah telah
berikan banyak keutamaan bagi orang yang bertakwa lantas bagaimanakah untuk
meraih takwa itu?
Para ulama
membagi takwa menjadi dua bagian
1. al bu’da
robbani
Yaitu dengan
menjaga hubungan kedekatan dengan Allah swt, yang di wujudkan dalam ibadah
spiritual. Contoh Q.S. Al-Baqarah 2-3
الَّذِينَ يُؤْمِنُونَ
بِالْغَيْبِ وَيُقِيمُونَ الصَّلاةَ ذَلِكَ الْكِتَابُ
لا رَيْبَ فِيهِ هُدًى لِلْمُتَّقِينَ
(Kitab (Al
Qur'an) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertakwa, (yaitu)
mereka yang beriman kepada yang gaib, dan yang mendirikan shalat)
Bukan hanya
sholat yang fardhu yang ia kerjakan tapi juga sunnahnya, mulai dari duhanya
hingga sholat malamnya.
2. al bu’dal
ijtim’i
Yaitu dengan
menjaga hubungan dengan manusia atau ibadah sosial, Q.S Ali-Imron 133-134
وَسَارِعُوا إِلَى
مَغْفِرَةٍ مِنْ رَبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا السَّمَاوَاتُ وَالأرْضُ أُعِدَّتْ
لِلْمُتَّقِينَ الَّذِينَ يُنْفِقُونَ فِي السَّرَّاءِ وَالضَّرَّاءِ وَالْكَاظِمِينَ
الْغَيْظَ وَالْعَافِينَ عَنِ النَّاسِ وَاللَّهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ
(Dan
bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya
seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa, (yaitu)
orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit,
dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) oranglain. Dan
Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan.)
Jama’ah jum’at
yang di muliakan Allah
Orang yang
bertakwa adalah ia yang selalu menjaga kedekatannya kepada allah swt dengan
melaksanakan ibadah spiritual, dan juga orang yang selalu menjaga hubungannya
dengan sesama manusia. Akan tetapi jika ada orang yang rajin sholat rajin puasa
rajin baca Qur’annya, tapi juga rajin mencela rajin berdusta dan buruk
perilakunya maka ada yang salah dengan takwanya.
Jama’ah jum’at
yang dimuliakan allah
Mari kita
berusaha meningkatkan takwa kita kepada allah swt dengan menjaga kedekatan
padanya juga kepada sesama. Dan romadhon adalah saat yang paling tepat untuk
mewujudkan itu semua, bukankah saat romadhon kita memperbanyak ibadah kita
mulai dari sholat yang fardhu juga sunnahnya, baca qur’an juga sholat malam
atau tarawih. Bukankah saat puasa kita lebih rajin berinfaq, mampu menahan
amarah kita juga bisa lapang dada memaafkan kesalahan sesama.
Maka dari itu
mari kita manfaatkan romadhon ini dengan baik hingga kita menjadi manusia yang
bertakwa disisi allah subhanahu wa ta’ala
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ
آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ
لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ
(Hai
orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan
atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa)
أَقُوْلُ قَوْلِي هَذَا
َوَاسْتَغْفِرُ اللهَ لِي وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ المُسْلِمِيْنَ إِنَّهُ هُوَ
السَمِيْعُ العَلِيْمُ
Tidak ada komentar:
Posting Komentar