PENGERTIAN, KELEBIHAN DAN KEKURANGAN METODE RECOLLECTION SMART
TEACHING
A.
Latar
Belakang Metode Recollection Smart Teaching (RST)
Hipnotisme
adalah cabang ilmu yang mempelajari seni berkomunikasi dengan alam bawah sadar.
Cabang ilmu hipnotisme inilah yang mendasari lahirnya metode Recollection Smart
Teaching ( RST). Apabila para pengajar dan para guru memahami cara
berkomunikasi dengan bawah sadar para peserta didiknya, maka hal ini sangat
membantu dalam proses belajar mengajar. Sebelum para guru menjadi smart, guru
harus dapat memunculkan 5 potensi terpendam dalam dirinya melalui recollection,
yaitu:
1. Bisa berefleksi
tentang keberadaan dirinya sebagai pengajar .
2. Bisa berkomunikasi
efektif dan efisien
3. Mempunyai jiwa
leadership dalam kepemimpinan peserta didiknya
4. Menerapkan pelayanan
prima dan penuh integritase.
5. Penuh motivasi dalam
hidupnya.
Dengan RST,
kita tidak hanya melakukan transfer of knowledge yaitu meneruskan ilmu
pengetahuan, namun kita melakukan transformasi yang dalam artian perpindahan
suatu pengetahuan dan kejiwaan secara bertahap kepada peserta didik. Setiap
orang mampu melakukan transfer of knowledge seperti ketika seseorang membaca
buku kemudian keesokan harinya dia teruskan pengetahuan dari buku tersebut pada
orang lain. Berbeda dengan tranformasi yang hanya bisa dilakukan oleh orang
yang telah mengalami trnasformasi itu sendiri. Dengan begitu, ketika seorang
guru sedang mengalami trnasformasi, keberadaannya di depan peserta didik akan
mengakibatkan transformasi pula, transformasi pengetahuan dan transformasi
jiwanya. Perlu di pahami bahwa Recollection Smart Teaching bukan bertujuan untuk mejadi sandaran seorang
guru terlalu lama dalam melakukan pembelajaran sehingga guru nantinya tidak
dapat mandiri. RST dipergunakan untuk memunculkan metode,keunikan dan kekuatan
seorang guru itu sendiri. RST ini muncul bukan hanya dari sekedar konsep, namun
lahir dari pengalaman implementasi nyata.
Jadi penyaji
menyimpulkan bahwa recollection smart teaching adalah suatu metode atau cara dalam
mengajar yang mana seorang guru harus dapat memunculkan lima potensi yang
terpendam dalam dirinya melalui recollection, sehingga guru itu menjadi smart
atau cerdas dalam mengajar atau teaching, yang diharapkan bukan hanya
meneruskan ilmu pengetahuan tetapi juga memindahkan pengetahuan dan kejiwaan
secara bertahap kepada peserta didik.
B.
Metode Sederhana Recollection Smart Teaching
Berdasar pengetahuan tentang alam bawah sadar manusia, cara
berkomunikasi dan dasar-dasar hipnotisme, sebenarnya RST adalah sesuatu yang
sangat sederhana. Banyak diantara kita melakukan hal ini secara tidak sengaja.
Hal ini kita contohkan saja pada proses pembelajaran, sebagai pengajar kita
tentunya paham bahwa langkah paling awal dalam melakukan pembelajaran yaitu
menciptakan kesenangan dan keceriaan pada peserta didik. Setiap pendidik paham
akan hal ini, namun sulit untuk menerjemahkan bagaimana langkah yang sistematis
dan sederhana untuk menciptakan suasana cerita itu. Maka dari itu, dalam RST
ini akan dibahas mengenai cara melakukan hal yang tidak sengaja tersebut
menjadi sebuah langkah sistematisdan sederhana secara sengaja. Metode sederhana
dari recollection smart teaching ini adalah:
1.
Sampaikanlah
hal yang pernah guru tersebut alami dan rasakan
2.
Sampaikanlah
sesuatu yang pernah di aplikasikan oleh guru tersebut.
Metode sederhana RST secara khusus di bagi ke dalam 7 bagian:
1.
Manual
tubuh: Guru harus memahami manual tubuh peserta didik dan guru tersebut. Dengan
begitu, guru akan lebih mudah untuk mengenali apa yang terjadi dengan murid,
sehingga mudah memberikan jalan keluar apabila mereka sedang menghadapi
masalah.Manual tubuh ini mencakup 3 hal yaitu: DNA, otak, dan kesadaran. DNA
(deoxyribonucleid acid) merupakan pembawa sifat – sifat genetik atau gen. Pada
dasarnya apa yang dipikirkan seeseorang akan mempengaruhikinerja gen pada
dirinya. Inilah yang nantinya mempengaruhi hampir semua kehidupan dan
kesuksesannya kelak. Otak merupakan
organ untuk berpikir. Kecerdasan
seseorang tergantung pada interkoneksi dari setiapsel otak. Untuk mengembangkan
ini, maka tiap manusia harus bertindak lebih dari standart rutinitas dalam
melakukan rutinitas keseharian. Kesadaran dalam RST terbagi menjadi 2 yaitu
sadar dan bawah sadar. Sadar adalah ketika tubuh, jiwa, dan pikiran benar-benar
ada secara eksistensi ketika melakukan sesuatu. Contohnya adalah sedang membaca
buku, sedangkan bawah sadar adalah kondisi ketika semua memori tersimpan di
dalamnya. Contohnya ketika kita membaca buku, kemudian memori tentang isi buku
tersebut akan disimpan di bawah sadar.
2.
Basic
RST: Pada bagian ini terbagi menjadi 2, yaitu time base dan performance.
Pemahaman terkait time base sangat penting karena waktu mngajar pada pagi hari,
siang hari, sore hari dan malam harimembawa suasana yang berbeda. Energi yang
dihasilkan oleh waktu itusendiri akan mempengaruhi kondisi guru tersebut. Poin
yang kedua yaitu performance atau penampilan khususnya dalam gaya mengajar
guru. Bagaimana gaya mengajar guru terhadap waktu yang sedang dijalani? Apakah
gaya mengajar guru pada pagi hari sama dengan siang hari? Kedua poin di atas
harus selaras dan sinergi. Setiap kali melakukan pembelajaran, lakukan 4
langkah berikut:
a.
Buat
pembukaan yang menarik
b.
Terangkan
masalah mereka
c.
Beri
solusi atas masalah tersebut
d.
Ajak
peserta didik untuk mengambil tindakan.
3.
Magical
Opening: Poin ini berkaitan dengan pembukaan yang menarik ketika melakukan pembelajaran.
Hal iniditujukan agar peserta didik senang dan tertarik untuk mengikuti
pelajaran. Namun tidak hanya berhenti sampai disini, guru harus melakukan
serangkaian langkah yang merupakan kesatuan untuk menstranformasikan jiwa guru
tersebut. Tujuan dari magical opening ini adalah hubungan langsung kepada
pikiran bawah sadar manusia. Alasan dilaukannya magical opening yaitu: mempersiapkan otak bawah sadar untuk
menerima pesan, membuka mental block, dan membentuk persepsi. Langkah –
langkahdalam membuat magical opening yaitu:
alpha state, positive words, reframing, dan shocking.
4.
Emotional
Shyncronizing: bertujuan untuk membentuk suatu hubungan emosi yang kuat antara
guru dan audiens yang belajar (siswa). Penyelarasan emosi sangat penting karena
hanya dengan emosi yang selaras antara guru dan peserta didik, maka peserta
didik akan menerima apapun yang guru tersebut berikan. Salah satu cara untuk
itu adalah dengan menumbuhkan positive emotion dalam diri guru. Positif
thingking tidak akan tewujud tanpa positive
emotion. Langkah membuat positive emotion yaitu: kenali desire / keinginan
terdalam, buat visualisasi / gambaran mental tentang desire tersebut, dan
munculkan rasa bahagia, gembira, damai, dan keceriaan.
5.
Telling
(menyampaikan Pesan): Poin ini akan lebih mudah jika guru sudah mempersiapkan
lahan pikiran audiens menggunakan langkah-langkah sebelumnya. Dalam melakukan
pembelajaran, perbaiki tampilan visual guru, karena visual / gerak tubuh
mendominasi sebesar 50% dalam hal pemahaman audiens terhadap pembicara/guru.
Sedangkan vocal 35% dan verbal 15%.
6.
Kharisma:
Langkah ini perlu dilakukan agar peserta didik mengikuti dengan tanpa paksaan
apa yang guru sampaikan pada pelajaran. Karisma memang bukan satu-satunya
penyebab bagaimana seseorang mau melakukan dengan sukarela apa yang kita
sarankan, namun setidaknya peran kharisma ini mendominasi hampir 88% dari
sebuah pengaruh yang dibentuk. Cara lain selain kharisma yaitu mempersiapkan
lahan pikian para pendengar. Merupakan suatu keberuntungan jika seorang guru memiliki
kharisma yang kuat. Ini akan sangat membantu teknik mengajar guru.
7.
Emotional
Persuasion Treathments: Langkah ini merupakan perwujudan dari tanggung jawab.
Apabila sebelumnya guru membuat emosi positif untuk dirinya sendiri, maka guru
tersebut harus membuat emosi positif siswa. Emotion persuasion treathment yaitu
penanganan emosi secara persuasif. Guru harus memiliki keakraban dengan siswa.
Hubungan emosi ini telah di bangun pada langkah sebelumnya.
C.
Kekurangan Metode Recollection Smart Teaching
1.
Butuh
waktu cukup lama
Recollection
smart teaching membutuhkan transformasi yang mana transformasi ini hanya dapat
terjadi apabila orang tersebut telah melakukan transformasi. Dengan begitu,
tentu sangat mebutuhkan waktu yang cukup lama dalam implementasi metode ini.
Selain itu, terkait juga dengan soal waktu, Metode RST ini memanfaatkan alam
bawah sadar manusia dalam melakukan proses
pembelajaran. Untuk memahami dan memunculkan alam bawah sadar ini
bukanlah hal yang mudah, sehingga nantinya sangat berbenturan dengan masalah
waktu.
2.
Tahapan
metode kurang konkrit
Pada
dasarnya recollection smart teaching memang bukan merupakan metode yang
bertujuan agar guru menggunakan metode ini secara terus menerus, namun
bertujuan untuk memunculkan metode dan keunikan serta kekuatan guru itu
sendiri. Namun, jika guru tidak benar-benar menguasai metode ini akan dapat
memunculkan kesalah pahaman dan keabstrakan terutama pada implementasi gurut
ersebut dalam proses belajar mengajar. Kesalah pahaman ini bukan sepenuhnya
kesalahan guru, namun juga berkaitan dengan kurang konkritnya metode ini.
Langkah-langkah pembelajaran dengan menggunakan metode ini tidak disertakan
secara utuh, namun terpisah-pisah. Jika kita bandingkan dengan beberapa metode
pembelajaran yang sering kita dengar seperti demonstrasi, studikasus, ceramah,
diskusi, tanya jawab, dan lain-lain itu dengan jelas menunjukan dengan cara apa
nantinya pembelajaran akan dilakukan.
3.
Banyaknya
aspek-aspek yang menjadi pertimbangan
Dalam
metode RST ini pengajar (guru) terkesan mendapat tugas yang sangat berat,
karena harus memenuhi banyak aspek yang bertujuan untuk penguasaan metode RST
ini secara menyeluruh. Namun, hal ini akan menjadi kekurangan dari metode RST
karena terlalu banyaknya aspek yang harus dipahami oleh gurudalam pembelajaran,
yang dapat juga membingungkan guru. Contohnya saja seperti aspek psikologi,
bawah sadar, kejiwaan peserta didik, macam-macam time base yang harus
disesuaikan dengan performance, ketentuan guru untuk mentransformasi pendidikan
bukan transfer of knowledge, keharusan guru memberikan pembelajaran sesuai
dengan pengalaman bukan hanya sebagai penonoton melainkan pelaku, dan
aspek-aspek lainnya. Aspek-aspek tersebut dapat menjadi motivasi guru terutama
pada guru yang kurang rajin.
4.
Kesalahan
pemahaman menjadikan Metode RST berubah menjadi metode ceramah
Pada
metode RST ini, yang menjadi pusat perhatian adalah guru, baik dalam
menceritakan pengalamannya, melakukan transformasi, menyelesaikan masalah, dan
lain-lain jika tidak diimbangi dengan keinovatifan guru maka yang tercipta
adalah metode ceramah, karena hal-hal yang telah disebutkan di atas merupakan
hal yang diperuntukkan khusunya bagi guru.
D.
Kelebihan
Metode Recollection Smart Teaching
1.
Mengutamakan
pemahaman melalui tindakan aplikasi
Pembelajaran
yang baik bukanlah sekedar hafalan melainkan melalui pemahaman. Pemahaman akan
lebih mudah untuk didapat ketika seseorang tersebut mengaplikasikannya, baik
guru itu sendiri ataupun peserta didiknya. Pembelajaran dengan metode RST ini
akan melatih siswa untuk berinteraksi secara langsung guna memperoleh
pemahamannya, jadi bukan sekedar pemahaman yang diperoleh melalui konsep materi
pelajaran saja. Selain itu adanya transformasi yang juga ditekankan pada metode
RST ini menjurus pada pada guru yang
harus melakukan trasnformasi itu terlebih dahulu, karena transformasi hanya
bisa dilakukan jika orang tersebut telah melakukan transformasi, sehingga
hal-hal yang berkaitan dengan materi palajaran adalah apa yang pernah
dialami/diaplikasikan oleh guru tersebut secara langsung.
2.
Tuntutan
untuk selalu termotivasi
Dalam
hal ini bukan hanya siswa yang harus penuh dengan motivasi, tetapi lebih
dikhususkan pada guru yang harus aktif dan termotivasi, karena RST ini juga
menekankaan pada posisi guru yang selalu menjadi panutan masyarakat terutama
peserta didiknya, sehingga sikap penuh motivasi ini akan ditransformasikan pada
peserta didiknya. Dampak adanya sikap penuh motivasi ini sangat besar terutama
ketika peserta didik dalam membangkitkan semangat peserta didik dalam belajar.
Dengan begitu, seorang guru tidak perlu kesulitan dalam membangkitkan semangat
peserta didik untuk belajar yang
nantinya hanya memakan banyak waktu.
3.
Adanya
aspek “kharisma”
Pada
metode-metode pembelajaran lainnya belum pernah ada yang menekankan aspek
karisma ini secara khusus. Padahal, aspek yang satu ini sangat memeberikan
manfaat. Dengan kharisma peserta didik akan mudah menerima pelajaran tanpa
paksaan. Dampaknya sangat besar, guru akan mudah menanamkan
pengetahuan-pengetahuan dan pesan-pesan moral bahkan ideologi guru tersebut.
Dengan kata lain, kita dapat menguasai kelas dengan mudah, yang mana penguasaan
kelas ini merupakan kunci utama dalam menciptakan kondisi belajar yang baik
sesuai dengan yang diinginkan.
4.
Penerapan
ilmu hipnotisme
Hipnotisme
yang dimaksud disini merupakan pemanfaatan alam bawah sadar peserta didik dalam
kegiatan belajar mengajar. Dengan alam bawah sadar peserta didik, nantinya
peserta didik akan lebih mudah untuk memahami maksud yang disampaikan pada
materi pelajaran itu.
PENUTUP
A.
Kesimpulan
1.
Menekankankan
pada transformasi bukan sekedar transfer of
knowledge
Seperti
yang telah dijelaskan di atas pada esensi RST ini bahwa metode ini tidak hanya
transfer of knowledge, melainkan juga melakukan trasnformasi yang artinya
peserta didik bukan hanya paham melalui materi yang disajikan, melainkan paham
dengan cara melakukan aplikasi suatu pengalaman secara langsung.
2.
Pembelajaran
melalui alam bawah sadar
Meskipun
hal ini cukup sulit, namun bukan berarti tidak dapat dilaksanakan, bahkan
dampak dari metode ini yang menggunakan alam bawah sadar siswa akan memberikan
pemahaman dan daya ingat yang luar biasa.
3.
Kharisma
Kharisma
soeorang guru menjadi keutamaan dalam metode ini, karena akan banyak keuntungan
yang dapat diambil seperti memudahkan guru dalam menguasai kelas, memberi
motivasi, dan pada saat pembukaan pelajaran agar peserta didik tertarik
belajar.
4.
Guru
adalah partner peserta didik
Dalam
RST, guru bukan sekedar menjadi fasilitator namun juga menjadi partner dalam
kegiatan belajar mengajar peserta didik. Hal ini guna antar peserta didik dan
guru mengalami kedekatan emosional yang nantinya guru dapat mengetahui masalah
yang sedang di alami peserta didik dan juga bakat yang dimiliki peserta didik
5.
Bukan
metode permanen
Maksudnya
adalah metode ini didesain bukan bertujuan agar guru bergantung pada metode ini
seterusnya, namun agar guru dapat memulai dan kemudian meneruskan serta
mnemukan sendiri metodenya dalam mengajar.
DAFTAR PUSTAKA
Abenarthy, Rob, dkk. 2010. 25 Kiat Dahsyat Menjadi Pembicara hebat. Bandung: PT. Mizan
Pustaka.
Rasmita, Fitri, dkk. 2009. Pintar Soft Skills. Padang: Baduose Media.
Sanjaya, Wina. 2006. Strategi Pembelajaran. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.
Webe, Agung. 2010. Smart
Teaching 5 Metode Efektif Lejitkan Prestasi Anak Didik. Yogyakarta:
Galangpress.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar