BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang
Guru memang menempati kedudukan yang terhormat di masyarakat. Guru dapat
dihormati oleh masyarakat karena kewibawaannya, sehingga masayarakat tidak meragukan
figur guru. Masyarakat percaya bahwa dengan adanya guru, maka dapat mendidik
dan membentuk kepribadian anak didik mereka dengan baik agar mempunyai
intelektualitas yang tinggi serta jiwa kepemimpinan yang bertanggungjawab.Jadi
dalam pengertian yang sederhana, guru dapat diartikan sebagai orang yang
memberikan ilmu pengetahuan kepada anak didik. Berkaitan dengan cara atau metode
apa yang akan dipilih dan digunakan dalam kegiatan pembelajaran , seorang guru
harus terlebih dahulu memahami berbagai pendakatan, strategi, dan model
pembelajaran. Pemahaman tentang hal ini akan memberikan tuntutan kepada guru
untuk dapat memilah , memilih, dan menetapkan dengan tepat metode pmbelajaran
yang akan digunakan dalam pembelajaran.
B.
Rumusan Masalah
1.
Bagaimana Pengertian Guru?
2.
Bagaimana Pengertian Model
Pembelajaran?
3.
Apa kompetensi Guru?
4.
Apa Saja Tips dan Trik Mengajar?
C.
Tujuan Penulisan
1.
Mengetahui serta memahami definisi
guru
2.
Mengetahui serta memahami definisi
model pembelajaran
3.
Mengetahui serta memahami kompetensi
guru
4.
Mengetahui apa saja tis dan trik
mengajar
BAB II
PEMBAHASAN
A.
Pengertian Guru
Guru dalam bahasa jawa adalah menunjuk pada
seorang yang harus digugu dan ditiru oleh semua murid dan bahkan masyarakat.
Harus digugu artinya segala sesuatu yang disampaikan olehnya senantiasa
dipercaya dan diyakkini sebagai kebenaran oleh semua murid. Sedangkan
ditiru artinya seorang guru harus menjadi suri teladan (panutan) bagi semua
muridnya.Secara tradisional guru adalah seorang yang berdiri didepan kelas
untuk menyampaikan ilmu pengetahuan.Guru sebagai pendidik dan pengajar anak,
guru diibaratkan seperti ibu kedua yang mengajarkan berbagai macam hal yang
baru dan sebagai fasilitator anak supaya
dapat belajar dan mengembangkan potensi dasar dan kemampuannya secara
optimal, hanya saja ruang lingkupnya guru berbeda, guru mendidik dan mengajar
di sekolah negeri ataupun swasta.Adapun pengertian guru menurut para ahli:
1.
Menurut Noor Jamaluddin Guru adalah pendidik, yaitu orang dewasa yang
bertanggung jawab memberi bimbingan atau bantuan kepada anak didik dalam
perkembangan jasmani dan rohaninya agar mencapai kedewasaannya, mampu berdiri
sendiri dapat melaksanakan tugasnya sebagai makhluk Allah khalifah di muka
bumi, sebagai makhluk sosial dan individu yang sanggup berdiri sendiri.
Sebagaimana firman Allah :
وَإِذْ قَالَ رَبُّكَ لِلْمَلائِكَةِ إِنِّي جَاعِلٌ فِي
الأرْضِ خَلِيفَةً
Artinya : ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada
para malaikat: "Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di
muka bumi". ( Q.S. Al-Baqarah : 30 )
2.
Menurut Peraturan Pemerintah Guru
adalah jabatan fungsional, yaitu kedudukan yang menunjukkan tugas, tanggung
jawab, wewenang, dan hak seorang PNS dalam suatu organisasi yang dalam
pelaksanaan tugasnya didasarkan keahlian atau keterampilan tertentu serta
bersifat mandiri.
3.
Menurut Keputusan Men.Pan Guru adalah Pegawai Negeri Sipil yang diberi
tugas, wewenang dan tanggung jawab oleh pejabat yang berwenang untuk melaksanakan
pendidikan di sekolah.
4.
Menurut Undang-undang No. 14 tahun 2005 Guru adalah pendidik profesional
dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih,
menilai, dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur
pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah.
Dari
beberapa pengertian diatas penyaji menyimpulkan bahwa guru adalah seseorang
yang menjadi panutan, yang bertugas membimbing mengajar mendidik murid-muridnya
baik di lingkungan formal maupun non formal.
B. Pengertian
Model Pembelajaran
Secara harfiah
model dimaknakan sebagai suatu objek atau konsep yang di gunakan untuk
merepresentasikan suatu hal. Sesuatu yang nyata dan di konversi untuk sebuah
bentuk yang lebih komprehensif. Lalu apa yang dimaksud dengan model
pembelajaran itu sendiri? Model pembelajaran adalah suatu perencanaan atau
suatu pola yang di gunakan sebagai pedoman dalam merencanakan pembelajaran
dikelas atau pembelajaran dalam tutorial dan untuk menentukan
perangkat-perangkat pembelajaran termasuk di dalamnya buku-buku, film,
computer, kurikulum dan lain-lain Selanjutnya Joyce menyatakan bahwa setiap
model pembelajaran mengarahkan kita ke dalam mendesain pembelajaran untuk
membantu peserta didik sedemikian rupa sehingga tujuan pembelajaran tercapai.[1]
Adapun
Soekamto,mengemukakan maksud dari model pembelajaran adalah “kerangka
konseptual yang melukiskan prosedur yang sistematis dalam mengorganisasikan
pengalaman belajar untuk mencapai tujuan belajar tertentu, dan berfungsi
sebagai pedoman bagi paraperancang pembelajaran dan parapengajar dalam
merencanakan aktivitas belajar mengajar”. Dengan demikian, aktivitas pembelajaran
benar-benar merupakan kegiatan bertujuan yang tertata secara sistematis.
Dari
beberapa pendapat di atas penyaji menyimpulkan, model pembelajaran adalah suatu
susunan pola yang sistematis yang digunakan sebagai acuan oleh parapengajar
dalam merencanakan pembelajaran di kelas sehingga menghasilkan aktivitas
belajar mengajar menjadi efektif dan produktif.
Istilah model
pembelajaran mempunyai makna yang lebih luas dari pada strategi, metode, atau
prosedur. Model pengajaran mempunyai empat ciri khusus yang tidak dimiliki
strategi, metode atau prosedur. Ciri-ciri tersebut ialah:
1)
Rasional teoritis logis yang di
susun oleh para pencipta atau pengembangnya;
2)
Landasan pemikiran tentang apa dan
bagaimana siswa belajar (tujuan pembelajaran yang akan di capai)
3)
Tingkah laku mengajar yang di
perlukan agar model tersebut dapat di laksanakan dengan berhasil;
C. Pengertian
Kompetensi Guru
Menurut Kamus Umum
Bahasa Indonesia (WJS. Purwadarminta) kompetensi berarti (kewenangan) kekuasaan
untuk menentukan atau memutuskan sesuatu hal. Pengertian dasar kompetensi
(competency) yakni kemampuan atau kecakapan.
Istilah kompetensi sebenarnya
memiliki banyak makna sebagaimana yang dikemukakan berikut:
Descriptive of qualitative
natur or teacher behavior appears to be entirely meaningful. Kompetensi merupakan gambaran hakikat kualitatif dari perilaku guru yang
tampak sangat berarti.
Kompetensi
merupakan perilaku yang rasional untuk mencapai tujuan yang dipersyaratkan
sesuai dengan kondisi yang diharapkan. The state of legally competent or qualified.
Keadaan berwewenang atau memenuhi syarat menuntut ketentuan hukum. Kompetensi
guru merupakan kemampuan seseorang guru dalam melaksanakan kewajiban-kewajiban
secara bertanggung jawab dan layak.
Dengan gambaran pengertian
tersebut, dapat diambil pengertian bahwa kompetensi merupakan
kemampuan dan kewenangan guru dalam melaksanakan profesi keguruannya.[3]
Guru merupakan orang yang profesinya atau pekerjaannya
mengajar, Selain itu, guru juga sebagai pembimbing yang memberikan pengarahan
dan menuntun siswa dalam belajar. Jadi pengertian dari kompetensi guru adalah
orang yang profesinya atau pekerjaannya mengajar dan memiliki kemampuan dan
kewenangan dalam melaksanakan profesi keguruannya. Selain itu, kompetensi guru
merupakan kemampuan atau kesanggupan guru dalam melaksanakan tugasnya,
melaksanakan proses belajar mengajar, kemampuan atau kesanggupan untuk
benar-benar memiliki bekal pengetahuan dan keterampilannya sesuai dengan
sebaik-sebaiknya.[4]
Makna penting kompetensi dalam dunia pendidikan
didasarkan atas keseimbangan rasional, bahwasannya proses pembelajaran
merupakan proses yang rumit dan kompleks. Ada beragam aspek yang saling
berkaitan dan memengaruhi berhasil atau gagalnya kegiatan pembelajaran. Banyak
guru yang telah bertahun-tahun mengajar, tetapi sebenarnya kegiatan yang
dilakukan tidak banyak memberikn aspek perubahan positif dalam kehidupan
siswanya. Sebaliknya, ada juga guru yang relatif baru namun telah memberikan
kontribusi konkrit kearah kemajuan dan perubahan positif pada diri siswa.[5]
D. Macam-macam Kompetensi
Menurut UU No. 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen
menyatakan bahwa kompetensi yang harus dimiliki oleh guru adalah kompetensi
guru sebagai dimaksud dalam Pasal 8 meliputi kompetensi pedagogik, kompetensi
kepribadian, kompetensi sosial dan kompetensi profesional yang diperoleh
melalui pendidikan profesi. Sedangkan menurut peraturan Pemerintah nomor 74
Tahun 2008 tentang guru pada pasal 2 disebutkan bahwa guru wajib memiliki kualifikasi
akademik, kompetensi, sertifikat pendidik, sehat jasmani dan rohani, serta
memiliki kemampuan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional. Sedangkan
pengertian kompetensi yang dimaksud adalah seperangkat pengetahuan,
keterampilan, dan perilaku yang harus dimiliki, dihayati, dikuasai dan
diaktualisasi oleh guru dalam melaksanakan tugas keprofesionalan.
Sesuai dengan Undang-Undang Peraturan Pemerintah No.
14 Tahun 2005, pada pasal 8 mengatakan tentang kompetensi antara lain:
1.
Kompetensi Pedagogik,
adalah pemahaman guru terhadap anak didik, perencanaan, pelaksanaan
pembelajaran, evaluasi hasil belajar, dan pengembangan anak didik untuk
mengaktualisasikan sebagai kompetensi yang dimilikinya. Kompetensi pedagogik
ini juga sering dimaknai sebagai kemampuan mengelola pembelajaran, yang mana
mencakup tentang konsep kesiapan mengajar, yang ditunujkkan oleh penguasaan
pengetahuan dan keterampilan mengajar.[6] Hal-hal yang
harus dimilki terkait dengan kompetensi pedagogik adalah:
a.
memiliki wawasan landasan
pendidikan.
b.
memiliki pemahaman terhadap
peserta didik.
c.
memiiki pengetahuan untuk
mengembangkan kurikulum dan silabus.
d.
mampu menyusun perencanaaan
pembelajaran.
e.
mampu melakasanakan
pembelajaran yang dialogis.
f.
mampu memanfaatkan sarana
teknologi
g.
mampu melaksanakan evaluasi
pembelajaran
h.
mampu mengembangkan potensi
peserta didik.
2.
Kompetensi kepribadian yaitu
kemampuan yang dimiliki seorang guru terkait dengan karakter
pribadinya. Kompetensi kepribadian dari seorang guru
merupakan modal dasar dalam menjalankan tugasnya secara profesional. Kegiatan
pendidikan pada dasarnya merupakan pengkhususan komunikasi personal antara guru
dan anak didik. Hal-hal yang terkait
dengan kompetensi kepribadian antara lain:
a. beriman dan bertakwa kepada
Allah SWT.
b. Berakhlak mulia.
c. Arif dan bijaksana.
d. Demokratis.
e. Mantab.
f. Berwibawa.
g. Stabil.
h. Dewasa.
i. Jujur.
j. Sportif.
k. Menjadi teladan bagi peserta
didik.
3.
kompetensi sosial yaitu suatu kemampuan atau keterampilan yang dimiliki guru
terkait dengan hubungan atau komunikasi dengan orang lain. Dengan memiliki kompetensi sosial ini. Seorang guru
diharapkan mampu bergaul secara santun dengan pihak-pihak lain. Hal-hal yang terkait dengan
kompetensi ini adalah:
a.
Mampu melakukan komunikasi
secara lisan dan tulis.
b.
Mampu menggunakan teknologi,
komunikasi dan informasi secara baik.
c.
Mampu bergaul secara baik
dengan sesame sejahwat, pimpinan, peserta didik dan masyarakat.
d.
Mampu bergaul secara santun
dengan berbagai elemen masyarakat.
e.
Menerapkan persaudaraan sejati
dan memiliki semangat kebersamaan.
4.
Kompetensi Profesional yaitu
kemampuan menguasai ilmu pengetahuan secara mendalam untuk bahan melaksanakan
proses pembelajaran. Dengan
menguasai materi, maka diharapkan guru akan mampu menjelaskan materi ajar
dengan baik, dengan ilustrasi jelas dan landasan yang mampan, dan dapat
memberikan contoh yang kontekstual.
Hal-hal yang terkait dengan kompetensi ini adalah:
a.
Menguasai materi secara luas
dan mendalam sesuai dengan standar isi program satuan pendidikan, mata
pelajaran dan atau kelompok mata pelajaran yang akan diampu.
b.
Menguasai konsep dan metode
disiplin keilmuan, teknologi atau seni yang relevan yang secara konseptual
kohern dengan program satuan pendidikan, mata pelajaran dan atau kelompok
pelajaran yang akan diampu.[7]
c.
Menguasai
iklim belajar di kelas, diantaranya yaitu memiliki keterampilan interpersonal,
khususnya kemampuan untuk menunjukkan empati, penghargaan kepada anak didik dan
ketulusan.
E. Peran Kompetensi Guru dalam proses kegiatan belajar mengajar
Guru sebagai
seorang pendidik dapat melaksanakan perannya jika guru tersebut memenuhi empat
syarat kompetensi. Guru akan mampu mendidik dan mengajar apabila dia mempunyai kompetensi kepribadian, misalnya mempunyai kestabilan emosi, memiliki
rasa tanggung jawab yang besar terhadap anak didiknya. serta bersifat terbuka
dan peka terhadap perkembangan teknologi. Pada kompetensi professional seorang
guru harus menguasai ilmu yaitu dengan pengetahuan yang luas, menguasai bahan
pengajaran serta ilmu-ilmu yang berhubungan dengan mata pelajaran yang
diajarkan menguasai teknologi dan kurikulum pendidikan.
Kompetensi sosial misalnya guru memiliki ketrampilan
dalam membina hubungan antara guru dengan murid, guru dengan guru, guru dengan
kepala sekolah, guru dengan komite, serta guru dengan masyarakat atau
lingkungan. Dan kompetensi pedagogik dimana seorang guru harus dapat memahami peserta
didiknya, mengembangkan kurikulum atau silabus, merancang pembelajaran serta
mengevaluasi hasil belajar. Sehingga dengan begitu, seorang guru dapat menjalankan perannya
sebagai seorang pendidik.
Keberhasilan guru
melaksanakan perannya dalam bidang pendidikan sebagian besar terletak pada
kemampuannya melaksanakan berbagai peranan yang bersifat khusus dalam situasi
khusus. Karena dengan memiliki guru yang berkompeten, maka
akan berpengaruh juga pada hasul belajar para siswanya. Dengan begitu betapa
pentingnya guru yang berkompeten, artinya guru yang mampu melaksanakan unjuk
kerja secara profesional sesuai dengan tugas dan tanggung jawabnya. Tugas dan
tanggung jawab pokok seorang guru salah satunya yaitu guru sebagai pengajar,
pembimbing dan administrator kelas.[8]
F. Tips dan
Trik Mengajar
Adapun
beberapa tips dan trik dalam mengajar
yang dapat penyaji rangkum yaitu :
1.
Jangan Berdiri Seperti Patung
Maksud tidak berdiri seperti Patung
adalah seorang guru sebaiknya bergerak ketika sedang mengajar, tidak hanya
berdiri di depan kelas saja, atau hanya duduk di meja guru. lakukan
teknik mobile teaching dengan cara guru mencoba untuk mengajar
secara lebih dekat dengan muridnya, dan berkeliling untuk mengetahui situasi
kelas dan murid-muridnya ketika sedang belajar. jika memang pelajaran hitungan
sedang diberikan, cobalah guru untuk mendekati murid di setiap baris tempat
duduknya dan lihat perkembangan mereka ketika sedang mengerjakan hitungan
tersebut. jika saja ada murid yang sedang melamun, atau merasa bingung, maka
guru akan dengan mudah mengetahuinya.
2.
Buat Mereka Merespon Perhatian
Untuk mengetahui apakah murid-murid
kita ini memperhatikan kita saat mengajar pelajaran tertentu atau tidak, guru
bisa melakukan diskusi atau debat argumen supaya mereka mau mengeluarkan
pendapatnya. memang tidak semua murid kita akan bisa berpendapat dengan baik,
beberapa ada yang terkendala masalah komunikasi. namun, apapun respon mereka,
pancing terus mereka untuk berpendapat dan hargai setiap pendapat yang mereka
lontarkan. selain materi pembelajaran dapat mudah mereka fahami, kita juga
mengajarkan mereka untuk berani berbicara dan menerima pendapat orang lain. hal
ini merupakan dasar komunikasi yang baik untuk bekal murid-murid kita di masa
depan.
3.
Lakukan Variasi
Melakukan variasi dalam metode mengajar ternyata akan
berpengaruh positif terhadap pemahaman murid-murid kita. bisa dibayangkan jika
yang terjadi di kelas adalah hanya berbicara saja, dan mendengarkan tanpa ada
yang bertanya, maka pemahaman pelajaran akan terasa lebih sulit. cobalah untuk
membuat variasi ketika mengajar. sebelum masuk ke inti pelajaran, di awal
cobalah untuk lebih rilexs dengan menyanyikan lagu yel-yel kelasnya, agar
belajar tetap semangat. guru juga bisa menyisipkan games dalam setiap pelajaran
yang sedang diberikan, asalkan games ini berhubungan dengan mata pelajaranya.
lakukan lebih banyak diskusi dengan murid-murid kita, agar mereka aktif dan
lebih memahami subjek pelajarannya.
4.
Berikan Perhatian
Mengajar bukan saja memberikan materi pelajaran untuk
murid-murid kita agar mereka mengetahui dan mempelajarinya. mengajar juga harus
memperhatikan keadaan murid-muridnya. jika kembali ke masa sekolah dulu,
biasanya sang guru akan memperhatikan siswa-siswa tertentu saja, seperti siswa
yang paling sering bolos, yang paling pintar, paling cantik dan lain
sebagainya. predikat inilah yang bisa membuat guru sangat mudah mengenali satu
persatu muridnya. sebaiknya berikan perhatian kepada seluruh murid. tiap murid
memiliki talenta dan karakter yang berbeda, maka ketahuilah satu persatu dan
dukung mereka agar bisa berkembang menjadi lebih baik.
5.
Maksimalkan Teknologi
Sekarang sudah serba canggih, metode mengajar kita
juga harus disesuaikan dengan teknologi yang ada agar mengajar semakin mudah.
manfaatkan komputer, Laptop, tablet dan lainya untuk digunakan murid-murid
dalam mempelajari sesuatu subjek. agar tidak bosan, ubahlah text book pelajaran
menjadi bentuk gambar atau audio, dengan begini murid akan menemukan sesuatu
yang dianggap baru dan menyenangkan. memanfaatkan teknologi tentunya akan
selalu berkaitan dengan internet. saat ini ada banyak website edukasi yang akan
memberikan pengetahuan tentang mata pelajaran yang sedang murid-murid bahas
bersama gurunya ini. mereka bisa mengakses video pembelajaran atau membaca
artikel terkait, untuk membuat mereka lebih faham.
6.
Interaktif
Cobalah untuk menggunakan metode belajar yang
interaktif dengan murid-murid kita. seorang guru memang menguasai materi
pelajaran yang akan diberikan kepada anak muridnya, namun perkembangan anak
juga harus kita fikirkan. mereka akan banyak memiliki rasa ingin tahu tentang
sesuatu, terhadap tentang issu yang mungkin sedang dibahas pada mata pelajaran
tertentu. berikan kesempatan mereka untuk bertanya seputar pelajaran yang
dibahas. guru bisa mengawali dengan menceritakan kisah pendek terkait pelajaran
tersebut. buat mereka menjadi bertanya-tanya agar mereka lebih mudah mengerti
dan memahami sebenarnya bagaimana menyelesaikan pertanyaan dalam suatu
pelajaran tertentu.
7.
Sesekali Belajar di Luar Kelas
Beberapa guru ada yang suka menggunakan metode ini,
dimana murid-muridnya digiring ke luar kelas pada pagi hari, dan mereka belajar
di luar kelas. metode seperti ini dianggap akan kembali merefresh keadaan otak
murid-murid kita yang sudah sering menerima pelajaran setiap harinya. lakukan
pembelajaran yang cenderung menyenangkan, seperti membuat pasangan kata pada
sebuah kertas dan menyuruh mereka untuk mencari maksud dari padanan kata
tersebut, sesuai dengan buku pelajaran. coba perhatikan, murid-murid akan
merasa lebih refresh dan lebih mudah untuk menyerap pelajaran. mereka akan
lebih konsenstrasi, terlebih keadaan diluar masih di jam pagi hari.
8.
Siapkan Materi dengan Animasi
Dalam menyampaikan pelajaran kepada murid-murid kita,
sebaiknya kita tidak menghabiskan waktu dengan membahas point yang kurang
penting untuk disampaikan. siapkan poin-poin dari materi pelajaran utama dalam
bentuk yang lebih animasi. jika memang bisa disampaikan dengan poin, kita bisa
gunakan slide presentasi lewat power poin. buatlah beberapa slide tampilan
materi pembelajaran dengan menyisipkan animasi lucu dan bergerak di dalamnya.
hal ini akan berguna agar penyampaian materi tidak membosankan. penjelasan poin
seperti ini juga lebih jelas dalam mengarahkan tujuan pembelajaran itu sendiri.
sesekali sarankan juga murid-murid untuk belajar membuat presentasi lewat power
point. selain itu, kita juga bisa gunakan Video pembelajaran agar suasana
belajar lebih baru.
9.
Lebih Sabar dan Berikan Reward
Sebagai guru, kita juga harus bisa lebih sabar untuk
menghadapi berbagai respon anak murid kita, baik sabar dalam pemahaman
pembelajaran, maupun sabar dalam mendorong mereka untuk terus semangat belajar.
respon anak murid kita akan berbeda-beda terhadap pelajaran, sekalipun berbagai
strategi yang unik sudah coba kita lakukan untuk membuat suasana belajar lebih
seru. untuk lebih menyemangati anak murid kita, tidak ada salahnya jika kita
memberikan reward atau hadiah setiap anak murid kita berhasil menjawab
pertanyaan kuis atau test harian saat di kelas. hadiah juga merupakan salah
satu motivasi untuk anak-anak murid kita agar lebih semangat belajar.
10. Perhatikan
Closing Mengajar
Saat pelajaran akan segera berakhir waktunya, maka
terapkan teknik closing belajar yang benar, agar murid-murid tidak mudah
melupakan poin apa saja yang telah mereka pelajari hari ini. ulangi kembali
poin pembelajaran tadi, secara garis besar agar murid-murid kita tetap
mengingatnya dan juga mulai memahaminya. setelah itu, coba untuk menarik
kesimpulan dari pembelajaran tersebut agar bisa melanjutkan ke materi
selanjutnya secara teratur, murid akan tetap mengingat materi sebelumnya, jika
teknik closingnya seperti ini. beritahukan tentang materi yang akan dibahas
selanjutnya di pertemuan berikutnya. sarankan murid-murid untuk membaca poin
penting pelajaran berikutnya sebelum kelas dimulai.
BAB III
PENUTUP
A.
Kesimpulan
Guru dalam bahasa jawa adalah
menunjuk pada seorang yang harus digugu dan ditiru oleh semua murid dan bahkan
masyarakat. Harus digugu artinya segala sesuatu yang disampaikan olehnya
senantiasa dipercaya dan diyakkini sebagai kebenaran oleh semua murid. Sedangkan
ditiru artinya seorang guru harus menjadi suri teladan (panutan) bagi semua
muridnya.Secara tradisional guru adalah seorang yang berdiri didepan kelas
untuk menyampaikan ilmu pengetahuan.
model pembelajaran adalah kerangka konseptual yang melukiskan prosedur yang
sistematis dalam mengorganisasikan pengalaman belajar untuk mencapai tujuan
belajar tertentu, dan berfungsi sebagai pedoman bagi paraperancang pembelajaran
dan parapengajar dalam merencanakan aktivitas belajar mengajar.
kompetensi guru adalah orang yang
profesinya atau pekerjaannya mengajar dan memiliki kemampuan dan kewenangan
dalam melaksanakan profesi keguruannya. Selain itu, kompetensi guru merupakan
kemampuan atau kesanggupan guru dalam melaksanakan tugasnya, melaksanakan
proses belajar mengajar, kemampuan atau kesanggupan untuk benar-benar memiliki
bekal pengetahuan dan keterampilannya sesuai dengan sebaik-sebaiknya.
Tips dan trik mengajar : Jangan
Berdiri Seperti Patung, Buat Mereka Merespon Perhatian, Lakukan Variasi,
Berikan Perhatian, Maksimalkan Teknologi, Interaktif, Sesekali Belajar di Luar
Kelas, Siapkan Materi dengan Animasi, Lebih Sabar dan Berikan Reward,
Perhatikan Closing Mengajar.
B.
Saran
Kita
menyadari akan kekurangan dan kesalahan lumrah terjadi pada manusia, maka dari
itu kita sangat mengharapkan kritik dan saran yang konstruktif demi sebuah
progress untuk masa yang akan datang.
DAFTAR PUSTAKA
Rusman. 2012. Model-Model
Pembelajaran. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada
Trianto. 2010. Model Prembelajaran Terpadu. Jakarta: PT
Bumi Aksara
Uno Hanzah B. 2007. Model Pembelajaran. Jakarta: PT Bumi Aksara
Fitrya Nurbaiti. http://cintaihidup.com. diakses pada Sabtu, 24 Maret 2018 pukul
07.00.
Fajar Gumilang.
http://e-learningmedsos.blogspot.co.id. diakses pada Sabtu, 24 Maret
2018 pukul 07.00.
Siti Fitriana. http://fitrianahadi.blogspot.com/2015/12/makalah-kompetensi-guru.html. diakses pada Sabtu, 24 Maret 2018 pukul 07.00
5 Ngainun Naim, Menjadi Guru
Inspiratif, Yogyakarta, Pustaka Pelajar, 2013, hlm.56-57
Tidak ada komentar:
Posting Komentar