Jumat, 16 Agustus 2019

Khutbah Jum'at - Keutamaan Berdzikir Kepada Allah


اَلْحَمْدُ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَ نَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ, وَنَعُوذُ بِهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَسَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا, مَنْ يَهْدِ اللَّهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ, وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ ,
وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ, وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ,
اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ فِي الْعَالَمِينَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ
( يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالْأَرْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا )
( يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ )
( يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا )
أَمَّا بَعْدُ فَإِنَّ خَيْرَ الْحَدِيثِ كِتَابُ اللَّهِ وَخَيْرُ الْهُدَى هُدَى مُحَمَّدٍ وَشَرُّ الْأُمُورِ مُحْدَثَاتُهَا وَكُلُّ بِدْعَةٍ ضَلَالَةٌ
Maasyiral muslimin jamaah jum’at rahimakumullah.
Marilah kita senantiasa memanjatkan puja dan puji syukur kita kehadirat Allah subhanahu wata’ala atas limpahan nikmat serta hidayahnya yang selalu dicurahkan kepada kita sehingga sampai pada siang hari ini kita mampu berkumpul untuk melaksanakan sholat jum’at dalam keadaan iman dan islam insyaAllah.
Selanjutnya sholawat dan salam semoga tercurahkan atas junjungan kita Nabi Muhammad shollallahu alaihi wasallam, kepada keluarganya, para sahabatnya serta para pengikutnya yang senantiasa berpegang teguh dengan ajarannya.
Jama’ah jum’at rahimakumullah.
Tidak lupa kami wasiatkan kepada diri saya khususnya dan kepada para jama’ah jum’ah pada umumnya, agar senantiasa meningkatkan taqwa kita kepada Allah subhanahu wata’ala, yaitu dengan cara kita laksanakan segala perintah-perintahnya dan kita jauhi segala larangan-larangannya.
Jama’ah jum’at rahimakumullah.
Marilah kita melanggengkan kan terus menerus untuk selalu dzikir kepada Allah subhanahu wata’ala, apa yang harus kita ingat adalah perintah dan larangan Allah subhanahu wata’ala, karena kita hidup di dunia ini kita selalu terikat pada keduanya, tiada ada tempat dimanapun kita menginjakkan kami di dunia ini yang kosong dari perintah dan larangan Allah subhanahu wata’ala.
Perintah dzikir kepada Allah sangatlah jelas dan terang dalil-dalilnya dan setiap ada perintah dzikir kepada Allah pasti tidak terlepas dari suatu perintah atau larangan, maka keberuntungan bagi orang yang hidup di dunia ini yang selalu menjalan perintah-perintah serta menjauhi segala larangan-larangan Allah subhanahu wata’ala, termasuk perkara yang diperintahkan Allah diantara adalah agar manusia selalu dzikir kepada Allah subhanahu wata’ala, agar selalu ingat akan perintah-perintah dan larangan-larangan Allah. Karena itu Allah Ta’ala berfirman :
فَاذْكُرُ‌ونِي أَذْكُرْ‌كُمْ وَاشْكُرُ‌وا لِي وَلَا تَكْفُرُ‌ونِ
Karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku niscaya Aku ingat (pula) kepadamu, dan bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu mengingkari (nikmat)-Ku. (Q.S Al Baqoroh 152).
Di ayat yang lain Allah juga memerintahkan :
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اذْكُرُ‌وا اللَّهَ ذِكْرً‌ا كَثِيرً‌ا
Hai orang-orang yang beriman, berzdikirlah (dengan menyebut nama) Allah, zikir yang sebanyak-banyaknya.
Di ayat yang lain Allah juga memerintahkan :
وَالذَّاكِرِ‌ينَ اللَّهَ كَثِيرً‌ا وَالذَّاكِرَ‌اتِ أَعَدَّ اللَّهُ لَهُم مَّغْفِرَ‌ةً وَأَجْرً‌ا عَظِيمًا
laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut (nama) Allah, Allah telah menyediakan untuk mereka ampunan dan pahala yang besar. (Q.S Al Ahzab 35)
dikeluarkan lagi firman Allah ta’ala
وَاذْكُر‌ رَّ‌بَّكَ فِي نَفْسِكَ تَضَرُّ‌عًا وَخِيفَةً وَدُونَ الْجَهْرِ‌ مِنَ الْقَوْلِ بِالْغُدُوِّ وَالْآصَالِ وَلَا تَكُن مِّنَ الْغَافِلِينَ
Dan sebutlah (nama) Tuhanmu dalam hatimu dengan merendahkan diri dan rasa takut, dan dengan tidak mengeraskan suara, di waktu pagi dan petang, dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang lalai. (Q.S Al A’raf 205)
Jama’ah jum’ah rahimakumullah.
Inilah ayat yang memerintahkan agar kita berdzikir kepada Allah, di dalam ayat-ayat di atas memerintahkan, barang siapa yang ingat kepada Allah maka Allah akan ingat kepada kita, dan bersyukurlah kepada Allah atas nikmat-nikmatNya, karena orang yang bersyukur kepada Allah maka ia akan menambahkan nikmat-nikmatnya karena dia tahu bahwa nikmat-nikmat ini hanya dari sisi Allah subhanahu wata’ala, merasa berterimakasih kepada yang memberi maka semakin manusia bersyukur semakin banyak pula nikmat yang ia dapat dan semakin bermanfaat bagi yang bersangkutan.
Sebaliknya, jika ia diberi kenikmatan yang banyak oleh Allah subhanahu wata’ala kemudian tidak bersyukur maka nikmat tersebut justru akan menjadi kecelakaan dan bencana bagi kita kita,
وَلَئِن كَفَرْ‌تُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ
Dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih. (Q.S Ibrahim 7)
Dunia maupun di akhirat, manusia yang tidak mau bersyukur akan mendapatkan kesengsaran dan kesusahan.
Jama’ah jum’ah rahimakumullah.
Orang yang selalu dzikir kepada Allah subhanahu wata’ala akan disediakan baginya pahala dan ampunan yang besar baginya, dan janganlah kita termasuk orang yang lalai, kita bekerja dalam bidang apa saja dan sesibuk apapun jangan sampai pekerjaan kita melalaikan dari dzikir kepada Allah subhanahu wata’ala. Karena orang yang lalai dari dzikir kepada Allah karena kesibukan duniawi ini maka ia digolongkan sebagai orang-orang yang merugi.
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تُلْهِكُمْ أَمْوَالُكُمْ وَلَا أَوْلَادُكُمْ عَن ذِكْرِ‌ اللَّهِ ۚ وَمَن يَفْعَلْ ذَ‌ٰلِكَ فَأُولَـٰئِكَ هُمُ الْخَاسِرُ‌ونَ
Hai orang-orang beriman, janganlah hartamu dan anak-anakmu melalaikan kamu dari mengingat Allah. Barangsiapa yang berbuat demikian maka mereka itulah orang-orang yang merugi. (Q.S Al Munafiqun 9)
Karena itu, Rasulullah shollallahu alaihi wasallam memberi gambaran orang yang hidup di dunia ini dan selalu berdzikir dan terikat kepada Allah subhanahu wata’ala dalam sebuah haditsnya
مَثَلُ الَّذِي يَذْكُرُ رَبَّهُ وَالَّذِيْ لاَ يَذْكُرُ رَبَّهُ مَثَلُ الْحَيِّ وَالْمَيِّتِ
“Perumpamaan orang yang menyebut (nama) Tuhannya dengan orang yang tidak menyebut (nama)-Nya, laksana orang hidup dengan orang yang mati ”. (H.R Bukhori)
Dalam hadits lain dijelaskan
Maukah aku beritahukan kepada kalian tentang sebaik-baik amal kalian, yang paling bersih di sisi Robb kalian, lebih meninggikan derajat-derajat kalian, lebih baik bagi kalian dari membelanjakan emas dan perak, dan lebih baik bagi kalian daripada berhadapan dengan musuh kalian, lalu kalian memenggal leher mereka dan mereka memenggal leher kalian?” Mereka menjawaba : “Ya, kami mau.” Beliau bersabda : “Dzikrulloh ( berdzikir mengingat Alloh )”. (HR. Tirmidzi)
Jama’ah jum’ah rahimakumullah.
Kalau kita simpulkan, pekerjaan manusia di dunia ini ada 2 saja. Yaitu beramal yang terkait dengan urusan dunia dan yang kedua adalah pekerjaan yang terkait dengan urusan akhirat, maka beruntunglah orang yang pekerjaan dunianya selalu memabawanya kepada amal sholeh, orang yang seperti ini mempunyai 2 pendapatan, pendapatan di dunia dan di akhirat. Maka beramalah yang menghasilkan 2 pendapatan agar menjadi orang yang beruntung, karena itu Rasulullah shollalahu alaihi wasallam memberikan gambaran-gambaran bagi umatnya yang dijadikan iming-iming bagi umatnya agar selalu berdzikir kepada Allah subhanahu wata’ala. Nabi saw bersabda
 “Siapakah di antara kalian yang suka pergi ke Buthhan atau ke Aqiq, lalu ia pulang dengan membawa dua ekor unta yang gemuk-gemuk dengan tanpa membawa dosa dan tidak pula memutuskan silaturahmi?” Maka kami pun menjawab, “Kami semua menyukai hal itu.” beliau melanjutkan sabdanya: “Sungguh, salah seorang dari kalian pergi ke masjid lalu ia mempelajari atau membaca dua ayat dari kitabullah ‘azza wajalla adalah lebih baik baginya daripada dua unta. Tiga (ayat) lebih baik dari tiga ekot unta, empat ayat lebih baik daripada empat ekor unta. Dan berapa pun jumlah unta.” (H.R Muslim)
Dan berikut ini adalah gambaran ancaman bagi orang yang tidak dzikir kepada Allah subhanahu wata’ala
مَنْ قَعَدَ مَقْعَداً لَمْ يَذْكُرِ اللهَ فِيْهِ كَانَتْ عَلَيْهِ مِنَ اللهِ تِرَةٌ، وَمَنِ اضْطَجَعَ مَضْجِعَاً لاَ يَذْكُرِ اللهَ فِيْهِ كَانَتْ عَلَيْهِ مِنَ اللهِ تِرَةٌ
“Barangsiapa yang duduk pada sebuah tempat lalu dia tak berzikir kepada Allah di situ maka hal itu akan menjadi tirah (penyesalan) baginya di sisi Allah. Barangsiapa yang berbaring pada sebuah tempat lalu dia tak berzikir kepada Allah di situ maka hal itu akan menjadi tirah (penyesalan) baginya di sisi Allah.” (HR. Abu Daud )
Dalam hadits yang lain disebutkan
 “Tidaklah sebuah kaum duduk-duduk di dlm suatu majelis lalu mereka tak menyebutkan nama Allah padanya serta tak bershalawat kepada Nabi mereka, melainkan mereka akan mendapatkan penyesalan. Apabila Allah menghendaki maka Dia akan mengazab mereka & apabila Allah menghendaki maka Dia akan mengampuni mereka.” (HR. At-Tirmizi)
 “Setiap kaum yang berdiri dari suatu majelis, yang mereka tidak berdzikir kepada Allah di dalamnya, maka mereka laksana berdiri dari bangkai keledai dan hal itu menjadi penyesalan mereka (di hari Kiamat).” (H.R Abu Daud)
Jama’ah jum’ah rahimakumullah.
Gunakanlah waktu-waktu kita untuk selalu berdzikir kepada Allah subhanahu wata’ala karena pahalanya yang sangat besar, sebagaimana disini akan kami singgungkan dzikir yang berupa doa’a-do’a kepada Allah subhanahu wata’la supaya menjadi bahan kegiatan dalam waktu-waktu kita ini, diantaranya Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda,
 “Siapa yang mengucapkan: Subhanallah wa Bihamdihi (Maha suci Allah dan segala puji bagi-Nya) sebanyak seratus kali, maka dihapuskan segala kesalahan (dosa)-Nya walaupun sebanyak buih dilaut.” (Muttafaq ‘alaih)
Inilah keistimewaan dzikir kepada Allah, alangkah menyesalnya manusia jika waktu-waktunya musnah begitu saja tanpa diisi dengan berdzikir kepada Allah subhanahu wata’ala.
Kemudian Rasulallah shollallahu alaihi wasallam memberikan kabar yang lain
 “Barangsiapa mengucapkan Laa ilaha illa Allahu wahdahu laa syarika lahu lahul mulku walahul hamdu wahuwa ala kulli syai’in qadir (tidak ada Tuhan selain Allah, Esa Dia Tiada sekutu bagi-Nya bagi-Nya kerajaan dan bagi-Nya puji-pujian dan Dia Maha Kuasa atas tiap-tiap sesuatu) setelah shalat subuh sepuluh kali, maka Allah Azza wa Jalla menulis untukmu sepuluh kebaikan, menghapuskan sepuluh keburukan darinya mengangkat sepuluh derajat. Dan kalimat-kalimat itu baginya sebandning memerdekakan dua orang hamba sayaha dari anak Ismail. Jika dia mengucapkannya ketika sore, maka untuknya pula (balasan) seperti itu, dan kalimat-kalimat itu baginya menjadi penghalang dari syethan hingga pagi.” (Muttafaq alaihi)
Hadits yang lain lagi adalah Dari Abu Hurairah radhiallahu anhu bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:
سبحان الله والحمد لله ولا إله إلا الله والله أكبر أَحَبُّ إِلَيَّ مِمّا طَلَعَتْ عَلَيْهِ الشَّمْسُ
Ucapan “subhanallah walhamdulillah walaa ilaha illallahu wallahu akbar”, lebih saya senangi daripada semua yang matahari terbit atasnya (dunia seisinya).” (H.R. Muslim)
Jama’ah jum’ah rahimakumullah.
Diriwayatkan oleh imam Muslim dahulu kami berada di sisi Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, kemudian beliau mengatakan, “Apakah salah seorang di antara kalian tidak mampu untuk menghasilkan pada setiap hari seribu kebaikan?”. Lalu ada seorang yang duduk bersama beliau bertanya, “Bagaimana salah seorang di antara kami bisa menghasilkan seribu kebaikan?”. Beliau menjawab, “Yaitu dengan bertasbih (membaca subhanallah) seratus kali, maka dengan itu akan dicatat seribu kebaikan atau dihapuskan darinya seribu kesalahan.” (HR. Muslim )
Termasuk kami ingatkan disini adalah membaca ayat kursi setiap sehabis sholat fardhu, Rasullallah shollallahu alaihi wasallam bersabda
 “Barangsiapa yang membaca ayat Kursi pada setiap selesai sholat fardhu, maka tidak ada dinding pemisah antara orang itu dengan surga kecuali kematian”.
Itulah semua fadhilah-fadhilah berdzikir kepada Allah, yang sangat mudah kita lakukan.
بارك الله لي ولكم في القرآن الكريم ونفعني وإياكم بما فيه من الآيات والذكر الحكيم أقول قولي هذا وأستغفر الله لي ولكم ولسائر المؤمنين فاستغفروه وتوبوا إليه إنه هو الغفور التواب الرحيم.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

khutbah Idul Fitri Paling Menyentuh

Khutbah Idul Fitri Pesan Pesan Penting Di Momen Idul Fitri Oleh : Binto, S.Pd اَ لسَّلَامُ عَلَيكُم وَ رَحمَتُ للّٰهِ وَ بَرَكَاتُهُ ...