Memilih
pemimpin
إِنَّ
الْحَمْدَ ِللهِ نَحْمَدُهُ وَ نَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَـغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ
بِالله ِمِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَ مِنْ سَـيِّـَئاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ
يَهْدِهِ اللهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ
أَشْهَدُ
أَنْ لَا إِلَهَ إِلّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ
مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ
اَللَّهُمَّ
صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَلِهِ وَاَصْحَابِهِ وَ
التـَّابِعِيْنَ وَاتَّـابِعِ التـَّابِعِيْنَ وَمَنْ تَبِعَهُمْ
بِإِحْسَانٍ اِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ
عِبَادَ
اللهِ أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ المُتَّقُوْن
يَاأَيُّهَا
الَّذِينَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا
وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا
اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ
وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ
فَوْزًا عَظِيمًا
اَمَّا بَعْدُ
Jamaah Jumat
rahimakumullah
Alhamdulillah, segala
puji hanya bagi Allah, Tuhan seru sekalian alam. Teriring shalawat dan salam
semoga terlimpahkan selalu kepada junjungan Nabi Muhammad Shallallahu
‘Alaihi Wasallam, dan kepada keluarganya, kepada para sahabatnya serta para
pengikutnya yang setia dalam menegakkan sunnahnya.
Semoga kita senantiasa dapat meningkatkan takwa kepada Allah, dalam arti
kita berusaha mengerjakan segala perintah-Nya dan meninggalkan segala
larangan-Nya.
Syari’at
islam yang sempurna menjelaskan berbagai permasalahan kehidupan, termasuk
diantaranya dalam hal memilih pemimpin. Para pakar telah lama menelusuri
Al-Quran dan Hadits kemudian menyimpulkan, minimal ada empat kriteria yang
harus dimiliki oleh seseorang sebagai syarat untuk menjadi pemimpin. Semuanya
terkumpul di dalam empat sifat dasar yang dimiliki oleh para Nabi dan Rasul
sebagai pemimpin umatnya, yaitu: Shiddiq (jujur), amanah (terpecaya), tabligh
(menyampaikan) dan fathonah (cerdas).
Allah juga
memberikan rambu-rambu pemimpin (dalam segala level sosial) yang harus
dihindari, yaitu:
1. Musuh Allah dan musuh muslimin. Allah
subhanahu wa ta’ala berfirman
يَا أَيُّهَا
الَّذِينَ آمَنُوا لا تَتَّخِذُوا عَدُوِّي وَعَدُوَّكُمْ أَوْلِيَاءَ تُلْقُونَ
إِلَيْهِمْ بِالْمَوَدَّةِ وَقَدْ كَفَرُوا بِمَا جَاءَكُمْ مِنَ الْحَقِّ
يُخْرِجُونَ الرَّسُولَ وَإِيَّاكُمْ أَنْ تُؤْمِنُوا بِاللَّهِ رَبِّكُمْ
“Hai
orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil musuh-Ku dan
musuhmu menjadi teman-teman setia yang kamu sampaikan kepada mereka
(berita-berita Muhammad), karena rasa kasih sayang; padahal sesungguhnya mereka
telah ingkar kepada kebenaran yang datang kepadamu, mereka mengusir Rasul dan
(mengusir) kamu karena kamu beriman kepada Allah, Tuhanmu.”(QS. 60.
Al-Mumtahanah : 1).
2. Orang kafir. Allah subhanahu wa ta’ala
berfirman
لا يَتَّخِذِ
الْمُؤْمِنُونَ الْكَافِرِينَ أَوْلِيَاءَ مِنْ دُونِ الْمُؤْمِنِينَ وَمَنْ
يَفْعَلْ ذَلِكَ فَلَيْسَ مِنَ اللَّهِ فِي شَيْءٍ
“Janganlah
orang-orang mukmin menjadikan orang-orang kafir sebagai pemimpin, bukan
orang mukmin. Barangsiapa berbuat demikian, bukanlah dia dari (agama) Allah
sedikitpun…” (Ali Imran:28).
3. Orang yang
menjadikan agamamu ejekan dan permainan. Allah subh ta’ala berfirman
يَا أَيُّهَا
الَّذِينَ آمَنُوا لا تَتَّخِذُوا الَّذِينَ اتَّخَذُوا دِينَكُمْ هُزُوًا
وَلَعِبًا مِنَ الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ مِنْ قَبْلِكُمْ وَالْكُفَّارَ
أَوْلِيَاءَ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَ
“Hai
orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil jadi pemimpinmu, orang-orang
yang membuat agamamu jadi buah ejekan dan permainan, (yaitu) di antara
orang-orang yang telah diberi Kitab sebelummu, dan orang-orang yang kafir
(orang-orang musyrik).Dan bertakwalah kepada Allah jika kamu betul-betul
orang-orang yang beriman”. (Al-Maidah: 57).
4. Orang Yahudi
dan Nasrani. Allah
subhanahu wa ta’ala berfirman
يَا أَيُّهَا
الَّذِينَ آمَنُوا لا تَتَّخِذُوا الْيَهُودَ وَالنَّصَارَى أَوْلِيَاءَ
بَعْضُهُمْ أَوْلِيَاءُ بَعْضٍ وَمَنْ يَتَوَلَّهُمْ مِنْكُمْ فَإِنَّهُ مِنْهُمْ
إِنَّ اللَّهَ لا يَهْدِي الْقَوْمَ الظَّالِمِينَ
“Hai
orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan
Nasrani menjadi pemimpin-pemimmpin(mu): sebahagian mereka adalah pemimpin
bagi sebahagian yang lain. Barangsiapa diantara kamu mengambil mereka sebagai
pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya
Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim ” (QS. Al-Maidah:
51).
Jamaah Jum’at rahimakumullah
Jika umat
Islam tidak peka dan tidak peduli dengan syariat mengangkat pemimpin yang
benar, yang sesuai syariat, maka umat sendiri yang akan menanggung akibatnya,
antara lain Allah mengingatkan antara lain:
1. Tersesat
dari jalan Allah. Allah
subhanahu wa ta’ala berfirman
وَقَالُوا
رَبَّنَا إِنَّا أَطَعْنَا سَادَتَنَا وَكُبَرَاءَنَا فَأَضَلُّونَا السَّبِيلا
“Dan mereka
berkata: “Ya Tuhan kami, sesungguhnya kami telah menta’ati pemimpin-pemimpin
dan pembesar-pembesar kami, lalu mereka menyesatkan kami dari jalan
(yang benar)” (al-Ahzab: 67).
2. Kembali
kepada kekafiran, Allah
subhanahu wa ta’ala berfirman
يَا أَيُّهَا
الَّذِينَ آمَنُوا إِنْ تُطِيعُوا الَّذِينَ كَفَرُوا يَرُدُّوكُمْ عَلَى
أَعْقَابِكُمْ فَتَنْقَلِبُوا خَاسِرِينَ
“Hai orang-orang
yang beriman, jika kamu mentaati orang-orang yang kafir itu, niscaya mereka mengembalikan
kamu ke belakang (kepada kekafiran), lalu jadilah kamu orang-orang yang
rugi (QS. Ali Imran 149).
Hadirin yang
dimuliakan Allah
Sejarah
Islam telah membuktikan pentingnya masalah kepemimpinan ini setelah wafatnya
Rasulullah ﷺ.
Para sahabat telah memberi penekanan dan keutamaan dalam melantik pengganti
beliau dalam memimpin umat Islam. Umat Islam tidak seharusnya dibiarkan tanpa
pemimpin. Umar radhiyallahu‘anhu pernah berkata, “Tiada Islam tanpa jamaah,
tiada jamaah tanpa kepemimpinan dan tiada kepemimpinan tanpa ketaatan”.
Pentingnya
pemimpin dan kepemimpinan ini perlu dipahami dan dihayati oleh setiap umat
Islam di manapun berada. Tidak mungkin syariat dalam bentuk mushaf dan
lembaran kitab hadis akan mengatur umat, tanpa Ulil Amri sosok manusia yang memimpin.
Dialah yang mengatur kapan dan ke mana berjihad, kapan dan ke mana berda’wah,
tarbiyah seperti apa, pengambilan dan distribusi zakat dan seterusnya.
Firman Allah
SWT:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَطِيعُوا اللَّهَ
وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ وَأُولِي الأمْرِ مِنْكُمْ فَإِنْ تَنَازَعْتُمْ فِي
شَيْءٍ فَرُدُّوهُ إِلَى اللَّهِ وَالرَّسُولِ إِنْ كُنْتُمْ تُؤْمِنُونَ
بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ ذَلِكَ خَيْرٌ وَأَحْسَنُ تَأْوِيلا
”Hai
orang-orang yang beriman, ta`atilah Allah SWT dan ta`atilah Rasul
(Nya), dan Ulil Amri diantara kamu. Kemudian jika kamu berlainan
pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah SWT (Al Qur’an)
dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah SWT dan hari
kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya.”
(QS An-Nisa: 59).
Ayat ini
menunjukkan bahwa:
(1) Umat
Islam di dunia ini satu komunitas yang dipimpin oleh Ulil Amri (Imam) dari
kalangan mereka sendiri / dibaiat oleh umat;
(2) Ketaatan
kepada Ulil Amri selama ma’ruf serta harus dalam rangka ketaatan kepada Allah
SWT dan Rasul-Nya, karena pemimpin dalam Islam itu memimpin umat untuk
menegakkan hukum-hukum/aturan hidup dari Allah yang haq, bukan hukum manusia
yang serba relatif.
Tanpa Ulil
Amri, umat Islam belum mengamalkan Islam secara kaaffah, Keberadaan Ulil
Amri adalah perwujudan fungsi dan peran manusia di muka bumi sebagai khalifah
yang diberi tugas untuk mengelola alam sebagai wujud ibadah kepada-Nya, serta melaksanakan hukum-hukum Allah. Allah
subhanahu wa ta’ala berfirman
وَجَعَلْنَاهُمْ
أَئِمَّةً يَهْدُونَ بِأَمْرِنَا وَأَوْحَيْنَا إِلَيْهِمْ فِعْلَ الْخَيْرَاتِ
وَإِقَامَ الصَّلاةِ وَإِيتَاءَ الزَّكَاةِ وَكَانُوا لَنَا عَابِدِينَ
“Kami telah
menjadikan mereka itu sebagai pemimpin-pemimpin yang memberi petunjuk dengan
perintah Kami dan telah Kami wahyukan kepada mereka mengerjakan kebajikan,
mendirikan shalat, menunaikan zakat, dan hanya kepada Kamilah mereka selalu
menyembah”. (Al-Anbiya’:
73).
يَا أَيُّهَا
الَّذِينَ آمَنُوا كُونُوا قَوَّامِينَ لِلَّهِ شُهَدَاءَ بِالْقِسْطِ وَلا
يَجْرِمَنَّكُمْ شَنَآنُ قَوْمٍ عَلَى أَلا تَعْدِلُوا اعْدِلُوا هُوَ أَقْرَبُ
لِلتَّقْوَى
“Hai
orang-orang yang beriman! tegakkanlah keadilan sebagai saksi karena
Allah. Dan janganlah rasa benci mendorong kamu berlaku tidak adil. Berlaku
adillah, karena itu lebih dekat dengan taqwa…” (Q.s. Al-Maidah 8).
Jelaslah
bahwa melaksanakan tata kehidupan sesuai syariat di bawah kepemimpinan yang menegakkan
keadilan, akan menjadi dasar tumbuh berkembangnya perdamaian dunia,
kemakmuran dan kenyamanan hidup umat manusia. Sungguh setiap manusia
berharap demikian. Semoga hidup kita selalu terpimpin secara syar’iy, dengan
mewujudkan Ulil Amri di tengah umat ini
بَارَكَ
اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِيْ القُرْآنِ العَظِيْمِ وَنَفَعَنِيْ وَإِيَاكُمْ بِمَا
فِيْهِ مِنَ الآيَاتِ وَالذِكْرِ الحَكِيْمِ وَتَقَبَّلَ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلَا
وَتَهُ إنَّهُ هُوَ الغَفُوْرُ الرَحِيْمُ
Khutbah
Kedua
اَلْحَمْدُ ِللهِ عَلَى إِحْسَانِهِ وَالشُّكْرُلَهُ
عَلَى تَوْفِيْقِهِ وَامْتَنَانِهِ
أَشْهَدُ أَنْ لاَإِلَهَ إِلاَّاللهُ وَحْدَهُ
لاَشَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الدَّاعِى
إِلَى رِضْوَانِه
إِنّ اللهَ وَمَلائِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ
يَآيُّهَاالَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا
اَللهُمَّ صَلِّ عَلَى عَبْدِكَ وَرَسُوْلِكَ مُحَمَّدٍ
صَاحِبَ الْوَجْهِ اْلأَنْوَرِ وَالْجَبِيْنِ اْلأَزْهَرِ وَارْضَ اللهُمَّ عَنِ
اْلأَرْبَعَةِ الْخُلَفَاءِ الرَّشِدِيْنَ وَاْلأَئِمَّةِ الْمَهْدِيِّيْنَ
الَّذِيْنَ قَضَوْا بِالْحَقِّ وَبِهِ كَانُوْا يَعْدِلُوْنَ أَبِى بَكْرٍ
وَعُمَرَ وَعُثْمَانَ وَعَلِى وَعَنِ الصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِيْنَ وَمَنْ
تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ وَعِنَا مَعَهُمْ بِعَفْوِكَ
وَكَرَمِكَ وَإِحْسَانِكَ يَاأَرْحَمَ الرَّحِمِيْنَ.
اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ
وَالْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ الأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ إِنَّكَ
سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعَوَاتِ
اَللهُمَّ أَعِزَّاْلإِسْلاَمَ وَالْمُسْلِمِيْنَ
وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَالْمُسْرِكِيْنَ وَانْصُرْ عِبَادَكَ الْمُوَحِّدِيْ
رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنْفُسَنَا وَإِنْ لَمْ
تَغْفِرْلَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ الْخَاسِرِيْنَ
رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِإِخْوَانِنَا الَّذِيْنَ
سَبَقُوْنَا بِالْإِيْمَانِ وَلَا تَجْعَلْ فِيْ قُلُوْبِنَا غِلًّا لِلَّذِيْنَ
آمَنُوا رَبَّنَا إِنَّكَ رَءُوفٌ رَحِيمٌ
رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا ذُنُوْبَنَا وَإِسْرَافَنَا فِيْ
أَمْرِنَا وَثَبِّتْ أَقْدَامَنَا وَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِيْنَ
رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا
قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِيْنَ إِمَامًا
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي
الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
عِبَادَاللهِ إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ
وَاْلإِحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِى الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ
وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ فَاذْكُرُوْا
اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرْوا عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ
وَلَذِكْرُاللهِ أَكْبَرُ
Tidak ada komentar:
Posting Komentar