Perjalanan
Menuju Kampung Akhirat
إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ
نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُورِ
أَنْفُسِنَا وَ مِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِ اللَّهُ فَلاَ مُضِلَّ
لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِىَ لَهُ
وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ
إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ
وَأَشْهَدُ أَنَّ
مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ
اللّهُمَّ صَلِّ عَلَى
نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ
الدِّيْنِ
اللّهُمَّ عَلِّمْنَا مَا
يَنْفَعُنَا، وَانْفَعَنَا بِمَا عَلَّمْتَنَا، وَزِدْنَا عِلْماً، وَأَرَنَا
الحَقَّ حَقّاً وَارْزُقْنَا اتِّبَاعَهُ، وَأَرَنَا البَاطِلَ بَاطِلاً
وَارْزُقْنَا اجْتِنَابَه
Ma’asyirol
muslimin jama’ah shalat Jumat yang dimuliakan Allah
Segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam yang telah memberikan kita
berbagai karunia. Karunia terbesar yang Allah berikan adalah karunia Iman dan
Islam. Semoga kita semakin bersyukur atas nikmat tersebut dan kita bisa
buktikan dengan semakin meningkatkan ketakwaan kita pada Allah Ta’ala.
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ
آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ
مُسْلِمُونَ
“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa
kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan
beragama Islam.” (QS. Ali Imran: 102)
Shalawat dan salam semoga tercurah
pada junjungan dan suri tauladan kita, Nabi akhir zaman, Nabi besar kita
Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, kepada Ummahatul Mukmin, kepada
para sahabat tercinta, kepada khulafaur rosyidin (Abu Bakr, ‘Umar, ‘Utsman dan
‘Ali radhiyallahu ‘anhum) serta yang mengikuti para salaf tadi dengan
baik hingga akhir zaman.
jama’ah
shalat jumat yang di rahmati allah
Hidup di dunia seringkali kita melakukan perjalanan, berkendara, berpindah
dari suatu tempat ke tempat yang lain, mengarungi lautan dari satu negri ke
negri yang lain,
terbang bersama pesawat menuju tempat yang kita cari. Setiap kita melakukan
perjalanan dalam kehidupan ini, selalu ada harapan di hati kita untuk kembali
ke kampung halaman, berkumpul dengan keluarga anak istri karib kerabat sahabat
dan handai taulan. Tetapi pernahkah terfikir oleh mu wahai saudaraku setiap
kita pasti akan menempuh sebuah perjalanan, dan perjalanan itu tidak mungkin
kita kembali ke dunia ini, perjalanan yang sangat panjang tanpa ditemani oleh
anak istri orang tua karib kerabat dan sahabat dekat. Perjalanan yang sangat
jauh dan tidak akan kembali lagi ke dunia , membawa bekal yang sedikit, perjalanan
tersebut adalah perjalanan kematian, perjalanan menuju kampung akhirat dan itu
sebuah kepastian.
كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ
“Tiap tiap yang bernyawa pasti akan mati”(Q.S Ali Imran 185)
Setiap yang bernyawa setiap yang hidup pasti akan merasakan kematian, semua
makhluk fana yang hanya kekal dan abadi ialah Allah subhanahu wa ta’ala.
. وَيَبْقَى وَجْهُ رَبِّكَ
ذُو الْجَلالِ وَالإكْرَامِ . كُلُّ مَنْ
عَلَيْهَا فَانٍ
“Semua yang ada di
bumi itu akan binasa. Dan tetap kekal Wajah Tuhanmu yang mempunyai kebesaran
dan kemuliaan”(Q.S. Ar Rahman 26-27)
Saat
perjalanan panjang tersebut akan dimulai, manusia mulai menyadari bahwa ia akan
menempuh perjalanan yang tidak mungkin lagi baginya untuk kembali, ketika itu
ia berharap ber angan tetapi hanyalah angan angan, harapan yang tidak akan
terwujud, allah subhanahu wa ta’ala menceritakan kondisi orang orang yang
selama ini di sibukkan dengan perjalanan dunia lupa dengan perjalanan akhirat.
Apa kata allah subhanahu wa ta’ala
حَتَّى إِذَا جَاءَ
أَحَدَهُمُ الْمَوْتُ قَالَ رَبِّ ارْجِعُون لَعَلِّي أَعْمَلُ صَالِحًا فِيمَا
تَرَكْتُ كَلا إِنَّهَا كَلِمَةٌ هُوَ قَائِلُهَا وَمِنْ وَرَائِهِمْ بَرْزَخٌ
إِلَى يَوْمِ يُبْعَثُونَ
“Hingga
apabila datang kematian kepada seseorang dari mereka, dia berkata: "Ya
Tuhanku kembalikanlah aku (ke dunia),
agar aku berbuat amal yang saleh terhadap yang telah aku tinggalkan.
Sekali-kali tidak. Sesungguhnya itu adalah perkataan yang diucapkannya saja.
Dan di hadapan mereka ada dinding sampai hari mereka dibangkitkan.”(Q.S. Al
Mukninun 99-100)
Pada
saat itu Mereka berharap kembali kedunia untuk apa wahai saudaraku, apakah ia
berharap untuk berkumpul dengan istri dan anak anaknya, apakah ia berharap
kembali untuk menduduki jabatannya di dunia, apakah ia berharap kembali agar
dikerumuni oleh pengikut pengikutnya yang dianggapnya setia. Tidak, mereka
berharap kembali kedunia untuk beramal sholeh, sujud kepada Allah tabaroka wa
ta’ala. Tetapi itu tidak mungkin kata Allah,
itu
hanyalah ucapan yang dia ucapkan, sekedar kata kata, itu tidak akan terwujud
lagi. Dan Dibelakang mereka ada tabir sampai hari berbangkit.
Dulu
di dunia dia diberikan kesempatan oleh Allah subhanahu wa ta’ala untuk kembali
dari kelalaian menuju ketaatan, kembali dari kelengahan, kembali dari kekufuran
kepada keimanan, kembali dari kesesatan menuju jalan yang lurus, kembali dari
kebatilan kepada kebenaran. Ia sudah di beri kesempatan tetapi ia tidak kunjung
sadar, tidak kunjung bangun dari tidur panjangnya kelalaian karena dunia.
Sehingga yang tinggal hanyalah penyesalan.
Jama’ah sholat jum’at yang muliakan Allah
Perjalanan
panjang ini yang diawali dengan kematian kemudian dilanjutkan di alam barzakh,
setelah itu dibangkitkan kelak di Yaumil Qiyamah, di kumpulkan di Yaumil Mahsyar dan kelak akan berakhir di
surga atau neraka. Beruntunglah orang orang yang ketika di dunia berjuang
menundukkan hawa nafsunya agar bisa tunduk dan patuh kepada Allah, beriman
kepada Allah, beriman kepada Rasulullah Sholallahu ‘alaihi wa sallam menempuh
jalan yang lurus, beramal sholeh, berpegang teguh hingga akhir hayatnya. Merugi
orang orang yang dahulu kufur terhadap Allah, menjadikan tandingan tandingan,
menyekutukan Allah dengan makhluk makhluknya, merugi orang orang yang tidak
menjadikan Rasulullah sholallahu ‘alaihi wa sallam sebagai suri tauladan, tidak
mengikuti jalannya, menempuh jalan jalan yang menyimpang. Ketika itu orang
orang kafir, orang orang yang sesat orang orang durhaka, mereka semua menggigit
kedua tangannya
وَيَوْمَ يَعَضُّ الظَّالِمُ عَلَى يَدَيْهِ يَقُولُ يَا
لَيْتَنِي اتَّخَذْتُ مَعَ الرَّسُولِ سَبِيلا
“Dan
(ingatlah) hari (ketika itu) orang yang lalim menggigit dua tangannya, seraya
berkata: "Aduhai kiranya (dulu) aku mengambil jalan bersama-sama
Rasul."(Q.S. Al Furqon 27)
Pada
saat itu mereka menggigit tangannya bukan hanya satu jarinya tapi menggigit
kedua tangannya saking menyesalnya karena dahulu tidak beriman dan bertakwa
tidak beramal sholeh, tidak mengikuti Rasulullah sholallahu ‘alaihi wa sallam.
Ketika itu mereka menyesal dan berkata andai saja dahulu didunia aku menempuh
jalan bersama Rasul. Tapi tinggallah itu hanya angan angan, impian yang sirna,
ketika mereka di campakkan kedalam neraka mereka juga akhirnya menyesal telah
mengikuti syaiton, telah mengikuti pemimpin yang sesat, telah mengikuti orang
yang menyimpangkan mereka dari jalan Allah, dan yang lebih parah lagi apabila
mereka dilemparkan ke dalam neraka mereka akan menangis, sampai kering air
matanya sampai berganti dengan air mata darah, menyesali perbuatannya.
Kaum muslimin yang di rahmati Allah
Ingatlah
saya anda dan kita semua pasti akan menempuh perjalanan tersebut tetapi kita
tidak pernah tau kapan dimulai perjalanan itu, bisa sekarang, nanti atau lusa,
yang menjadi masalah sudahkah kita memiliki bekal untuk menempuh perjalanan
tersebut, yang menjadi masalah sudahkah kita mempersiapkan diri kita bekal kita
untuk menempuh perjalanan tersebut yang diawali dengan kematian, kemudian
menghadapi pertanyaan dari malaikat di alam barzakh, setelah itu sudahkah kita
memiliki bekal untuk menghadapi Yaumul Mahsyar yang begitu panjang, mengerikan
dan dahsyat. Dimana matahari di dekatkan di atas kepala manusia, sudahkah kita
mempersiapkan diri kita untuk menjawab pertanyaan pertanyaan Allah, dimana kita
di tegakkan di hadapkan di hadapannya, kemudian dipanggil fulan bin fulan, lalu
dihadapkan di depan Allah, semua anggota tubuh kita menjadi saksi, sudahkah
kita mempersiapkan untuk hari itu, sudahkah kita mempersiapkan bekal untuk
melewati titian yang berakhir di surga atau neraka.
Jama’ah jum’at yang dimuliakan allah
Sebagaimana
jika anda akan mengadakan perjalanan didunia selalu bersiap siap menyiapkan
bekal, pakaian, apa saja yang anda perlukan ketika melakukan perjalanan itu.
Itu adalah perjalanan fana. Bagaimana dengan perjalanan yang kekal dan abadi
tidak ada tempat disana melainkan hanya surga dan neraka. Jika kita beruntung
mudah mudahan kaki kita menginjakkan ke surga, jika salah seorang hamba
tergelincir maka dia akan masuk neraka. Mudah mudahan rahmat Allah selalu
menyertai setiap langkah kita, mudah mudahan Allah membimbing kita kepada jalan
yang lurus, meneguhkan kita diatasnya memberikan kita husnul khotimah, serta
keteguhan di kehidupan dunia maupun setelah mati. Siapkan dirimu wahai
saudaraku persiapkan bekalmu untuk melanjutkan perjalanan ke kampung akhirat.
أَقُوْلُ قَوْلِي هَذَا
َوَاسْتَغْفِرُ اللهَ لِي وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ المُسْلِمِيْنَ إِنَّهُ هُوَ
السَمِيْعُ العَلِيْمُ

Tidak ada komentar:
Posting Komentar