Senin, 26 Maret 2018

teks jum'at


Cukuplah kematian sebagai nasehat




Ma’asyirol muslimin rahimakumullah

Kita  hidup di dunia ini sering kita melihat suatu kehidupan baru bagi seorang petani mereka melihat kehidupan baru yaitu tanaman yang mereka tanam tumbuh perlahan mulai dari kecil lalu membesar kemudian berbuah setelah mencapai pertumbuhan yang maksimal per lahan lahan tanaman itu berkurang kondisi nya mulai layu lalu menunduk menguning dan tidak lama kemudian tumbuhan itu mati.
Dari peristiwa tersebut kita bahkan tidak  mengambil pelajaran jarang sekali kita memikirkan hal yang seperti itu padahal kalau kita perhatikan dengan baik bahwa kehidupan kita di dunia juga seperti itu.
Kita merasakan kesenangan kenikmatan kelezatan di dunia ini akan tetapi terkadang kita lupa akan siapa yang telah memberikan kepada kita kenikmatan tersebut.
Ketika kita merasakan kenikmatan seakan akan kita ingin hidup di dunia ini selama-lamanya dan kita terlena akan nikmat yang kita rasakan, lupa bahwasanya kenikmatan itu hanya sementara dan akan kita tinggalkan semua kenikmatan tersebut.
Hidup kita di dunia ini tidak lain hanya sebagai ujian dan kematian sebagai batas waktu kita di uji.
Fase hidup kita dari pertama kali kita di hidupkan di dunia ini mulai dari anak anak remaja dewasa sampai kita tua dan akhirnya mati merupakan kesempatan yang di berikan oleh Allah ‘azza wa jall untuk beramal soleh mengerjakan ketaatan dan kebaikan karena tujuan kita di ciptakan adalah untuk taat beribadah kepada allah sebagai mana Allah subhanhu wa ta’ala berfirman dalam Quran surah Adz Dzariyat ayat 56

Yang artinya:”tidak aku ciptakan jin dan manusia melainkan untuk beribadah kepadaku.”

Dari ayat di atas telah tampak lah bahwa kita di ciptakan itu untuk beribadah kepada Allah, dunia dan fasilitasnya kita jadi sarana untuk beribadah kepada Allah rabbul ‘alamin.
Hingga pada saat kesempatan untuk beribadah kepada Allah telah habis yakni kematian kita tidak akan pernah bisa lagi ber amal melakukan ketaatan.
Kita di perintahkan oleh allah supaya memperhatikan hari yang di mulai setelah kematian yakni hari akhirat, sebagaimana firman Allah subhanahu wa ta’ala dalam Quran surah Al Hasyr ayat 18


Yang artinya;” wahai orang orang yang beriman bertakwalah kepada allah dan hendaklah setiap orang memperhatikan apa yang telah di perbuat nya untuk hari esok (akhirat) dan bertakwalah kepada allah. Sesungguhnya allah maha teliti terhadap apa yang kamu kerjakan”

Dari ayat tersebut timbul pertanyaan buat kita apa yang sudah kita siapkan untuk menghadapi hari esok yakni akhirat yang di mulai dengan kematian

Ma’asyirol muslimin rahimakumullah

Marilah kita renungkan apa yang sudah kita perbuat selama ini mari kita ingat kembali apa saja hal yang sudah kita lakukan kita hidup di dunia ini sudah berapa tahun lamanya, apakah selama ini yang kita kerjakan lebih banyak amal kebaikan atau justru lebih banyak melakukan kemaksiatan.
Beruntunglah orang yang selama hidupnya selalu melakukan ketaatan walaupun sesekali dia bermaksiat karena manusia ini tidak lepas dari kesalahan dan dosa, sebagaimana disebutkan dalam salah satu riwayat bahwa :”setiap anak adam itu berbuat salah dan sebaik baik orang yang berbuat salah itu adalah orang yang bertaubat”
Dan ketika orang yang banyak berbuat amal kebaikan saat menghadapi sakratul maut maka di keluarkan ruh nya dari  jasad nya seperti mengeluarkan air dalam kendi.
Berbeda dengan orang yang selama hidup nya selalu berbuat kemaksiatan yang tidak pernah ingat dengan kematian maka di keluarkan ruh nya dari jasad nya seperti mengeluarkan besi yang berduri dalam kain wol yang basah, sulit dan menyakitkan

Ma’syirol muslimin rahimakumullah

Kita hidup di dunia ini hanya sebentar, kalau seandainya kita hidup di dunia ini 60 tahun tahukah kita bahwa satu hari di sisi allah itu 1000 tahun jika satu hari sama dengan 24 jam berarti kita hidup Cuma 1,5 jam
Dan setiap kita ini pasti akan merasakan yang namanya kematian sebagai mana firman Allah subhanahu wa ta’ala dalam Quran surah Ali ‘Imran 185

Yang artinya:”setiap jiwa pasti akan mati, dan akan kami sempurnakan ganjaran pahalamu pada hari kiamat. Barang siapa yang dijauhkan dari api neraka di masukkan ke dalam surga maka dia telah memperoleh kemenangan. Dan tidaklah kehidupan dunia melainkan kesenangan yang menipu”

Kematian itu bisa datang kapan saja dimana saja baik anak anak remaja orang dewasa dan juga lansia bahkan ada masih dalam kandungan ibunya sudah di cabut nyawanya.
Kematian tidak dapat di hindari oleh manusia manapun walau pun ia berada dalam benteng yang sangat kokoh. Di tempat yang orang yang tidak tahu sekali pun pasti tidak akan dapat menghindari kematian.
Jikalau kita sudah tahu bahwa kita semua pasti akan mati dan akan di kembalikan kepada Allah subhanahu wa ta’ala marilah kita persiapkan diri kita untuk menghadapi nya.

Jika  seseorang meninggal dalam keadaan baik atau husnul khatimah, maka ia termasuk golongan kanan dan akan mendapatkan kenikmatan yang sangat banyak  sebagaimana firman Allah ‘azza wa jall dalam Quran surah Al Waqi’ah ayat 27-38.

Yang artinya:” dan golongan kanan, alangkah mulianya golongan kanan itu. (mereka) berada diantara pohon bidara yang tidak berduri, dan pohon pisang yang bersusun susun (buah nya), and naungan yang terbentang luas, dan air yang mengalir terus menerus, dan buah buahan yang banyak, yang tidak berhenti berbuah dan tidak terlarang mengambilnya, dan kasur kasur yang tebal lagi empuk. Kami menciptakan mereka (bidadari-bidadari itu) secara langsung, lalu kami jadikan mereka perawan perawan, yang penuh  cinta (dan) sebaya umur nya, untuk golongan kanan”

Dan adapun jika ia orang yang lalai dari mengingat allah selalu berbuat maksiat dan mati dalam keadaan tidak baik atau suul khotimah maka ia akan mendapatkan siksa yang pedih dan termasuk ke dalam golongan kiri sebagai mana firman Allah subhanahu wa ta’ala dalam Quran surah Al Waqi’ah ayat 41-44

Yang artinya:” dan golongan kiri, alangkah sengsaranya golongan kiri itu. (mereka) dalam siksaan angin yang sangat panas dan air yang mendidih dan naungan asap yang hitam, tidak sejuk dan tidak pula menyenangkan”

Dan di ayat lain Allah berfirman dalam Quran surah Dukhan ayat 43-48

Yang artinya:” sungguh pohon zaqqum iti, makanan bagi orang yang banyak dosa, seperti cairan tembaga yang mendidih di dalam perut, seperti mendidih nya air yang sangat panas.”pegang lah ia, kemudian seretlah dia sampai ke tengah tengah neraka, kemudian tuangkan lah di atas kepalanya azab (dari) air yang sangat panas”

Kita berlindung kepada allah dari siksa yang yang sangat pedih dan semoga kita mati dalam keadaan husnul khotimah juga termasuk golongan kanan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

khutbah Idul Fitri Paling Menyentuh

Khutbah Idul Fitri Pesan Pesan Penting Di Momen Idul Fitri Oleh : Binto, S.Pd اَ لسَّلَامُ عَلَيكُم وَ رَحمَتُ للّٰهِ وَ بَرَكَاتُهُ ...