KHUTBAH JUM'AT
7 Amalan di
bulan Ramadhan
اَلْحَمْدُ
لِلَّهِ الْعَلِيِّ الْأَعْلَى الَّذِي خَلَقَ فَسَوَّى، وَالَّذِي قَدَّرَ
فَهَدَى، وَالَّذِي أَخْرَجَ الْمَرْعَى، فَجَعَلَهُ غُثَاءً أَحْوَى
نَحْمَدُهُ
حَمْدًا كَثِيرًا، وَنَشْكُرُهُ شُكْرًا مَزِيدًا، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ
إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ؛ ،
وَأَشْهَدُ
أَنَّ نَبِيَّنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ؛
اَللهُمّ
صَلِّ وَسَلّمْ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمّدٍ وَعَلى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ
تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلٰى يَوْمِ الدِّيْنِ, اَمَّا بَعْدُ
عِبَادَ
اللهِ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ عَزَّ وَجَلَّ حَيْثُ قَالَ
تَبَارَكَ وَتَعَالَى، أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْم
يَا أَيُّهَا
الَّذِينَ آَمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا
وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ
يَا أَيُّهَا
النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ
مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللَّهَ
الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالْأَرْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ
رَقِيبًا
Jamaah shalat Jumat rahimakumullah,
Di
bulan Ramadhan yang penuh keutamaan ini, setelah kita bersyukur atas segala
nikmat dan karunia Allah subhanahu wata’ala, mari kita ucapkan shalawat dan
salam atas junjungan Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam beserta
keluarga, sahabat, tabiin, dan orang-orang saleh yang meniti jejak langkah
beliau hingga hari kiamat kelak.
Di bulan
Ramadhan yang penuh kemuliaan ini, khatib berwasiat kepada diri khatib juga
kepada jamaah sekalian untuk senantiasa meningkatkan iman dan takwa kepada
Allah subhanahu wata’ala.
Jamaah shalat Jumat rahimakumullah,
Banyak
amalan utama yang dapat kita kerjakan selama bulan Ramadhan. Di antara sekian
banyak amalan tersebut, setidaknya ada 7 amalan di bulan Ramadhan yang patut
untuk kita prioritaskan untuk dikerjakan secara maksimal.
Amalan Pertama: Qiyamul Lail
Amalan
di bulan Ramadhan yang perlu kita prioritaskan adalah Qiyamul Lail. Qiyamul
Lail merupakan amalan di bulan Ramadhan yang memiliki keutamaan tersendiri. Dalam
sebuah hadits yang diriwayatkan oleh imam al-Bukhari hadits nomor 2009, dari
jalur Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam
bersabda,
مَنْ قَامَ رَمَضَانَ
إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا، غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ
“Barang siapa
menghidupkan malam bulan Ramadhan dengan penuh keimanan dan penuh harap, maka
diampuni dosa yang telah lalu.”
Qiyamul
Lail itu tidak hanya shalat tarawih. Qiyamul Lail bisa amalan apa saja yang
bernilai ibadah. Imam Ibnu Abidin menjelaskan dalam kitab Hasyiyah jilid 1
halaman 460, Qiyamul Lail artinya menyibukkan diri di sebagian besar waktu
malam dengan aktivitas ketaatan seperti membaca al-Quran, menyimak hadits, bertasbih,
atau shalawat.
Jadi, amalan
apa pun yang berwujud ibadah kepada Allah subhanahu wata’ala, maka itu sudah
termasuk kategori Qiyamul Lail.
Jamaah shalat
Jumat rahimakumullah
Amalan Kedua:
Tilawah al-Quran
Amalan
di bulan Ramadhan yang memiliki keutamaan yang kedua adalah tilawah al-Quran. Al-Quran,
apabila kita membacanya di luar bulan Ramadhan, Allah subhanahu wata’ala
menjanjikan pahala yang banyak. Selain itu, al-Quran juga dapat memberi syafaat
bagi pembacanya di akhirat kelak. Salah seorang sahabat bernama Abu Umamah
al-Bahili pernah mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
اِقْرَءُوا
الْقُرْآنَ فَإِنَّهُ يَأْتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ شَفِيعًا لِأَصْحَابِهِ
“Bacalah
Al-Quran, sebab kelak ia akan datang di hari kiamat sebagai pemberi syafaat
kepada pembacanya.” (HR. Muslim No. 804)
Maka, jika pada
hari biasa saja membaca al-Quran akan mendapatkan banyak pahala, tentu
keutamaan membaca al-Quran di bulan Ramadhan lebih besar lagi dibanding
bulan-bulan yang lain. Imam al-Bukhari meriwayatkan sebuah hadits. Hadits nomor
6. Suatu ketika Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma menceritakan aktivitas
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam selama bulan Ramadhan.
وَكَانَ
يَلْقَاهُ فِي كُلِّ لَيْلَةٍ مِنْ رَمَضَانَ فَيُدَارِسُهُ القُرْآنَ
“Malaikat Jibril
selalu mendatangi Nabi di setiap malam selama bulan Ramadhan. Beliau
memperdengarkan bacaan al-Quran kepadanya (dan Jibril menyimak).”
Amalan Ketiga:
Sedekah Makanan
Jamaah shalat
Jumat rahimakumullah,
Amalan
di bulan Ramadhan yang sering Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam kerjakan
adalah sedekah makanan.
Sahabat
mulia, Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma memberi kesaksian tentang sedekah di
bulan Ramadhan yang dilakukan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam,
sebagaimana diriwayatkan oleh imam al-Bukhari dalam kitab Shahih al-Bukhari
nomor 6,
كَانَ
أَجْوَدُ مَا يَكُونُ فِي رَمَضَانَ حِينَ يَلْقَاهُ جِبْرِيلُ
“Rasulullah adalah orang yang paling dermawan di bulan Ramadhan,
ketika itu Malaikat Jibril selalu mendatangi beliau.”
فَلَرَسُولُ اللَّهِ
صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَجْوَدُ بِالخَيْرِ مِنَ الرِّيحِ المُرْسَلَةِ
“Apabila Jibril
mendatanginya, beliau lebih giat lagi dalam berderma melebihi angin yang
berhembus.”
Ibnu
Abbas radhiyallahu ‘anhuma telah menyifati Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa
sallam dengan sifat juud (dermawan). Dan sifat dermawan Rasulullah shallallahu
‘alaihi wa sallam di bulan Ramadhan lebih meningkat dibanding bulan-bulan
lainnya.
Tak
sampai di situ, Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma menganalogikan sifat dermawan
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dengan angin yang berhembus (ar-Riih
ar-Mursalah). Maknanya, bersegeranya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam
dalam kedermawanan melebihi kecepatan hembusan angin.
Faedah
utama yang dapat dipetik dari hadits di atas adalah motivasi untuk semangat
berderma dan melakukan amal kebajikan di setiap waktu, dan lebih ditingkatkan
lagi intensitasnya di bulan Ramadhan.
Amalan Keempat:
Umrah
Jamaah shalat
Jumat rahimakumullah,
Dalam
kitab Shahih al-Bukhari, hadits nomor 1690, Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma
pernah menyampaikan peristiwa wanita Anshar yang tidak ikut berangkat Haji
lantaran Kendaraan yang dimiliki hanya cukup ditumpangi oleh suami dan anaknya.
Lalu Rasulullah
shallallahu ‘alaihi wasallam memberi petunjuk kepadanya,
فَإِذَا كَانَ
رَمَضَانُ اعْتَمِرِي فِيهِ، فَإِنَّ عُمْرَةً فِي رَمَضَانَ حَجَّةٌ
“Jika
datang bulan Ramadhan, laksanakanlah Umrah, karena Umrah di bulan Ramadhan
bagaikan ibadah Haji.”
Amalan Kelima:
Menjauhi Ghibah, Namimah, dan Dusta
Jamaah shalat
Jumat rahimakumullah,
Amalan
di bulan Ramadhan lainnya yang memiliki keutamaan adalah menjauhi ghibah,
namimah, dan perkataan dusta.
Puasa bukan
hanya ibadah yang sekedar menahan untuk tidak makan dan tidak minum. Namun,
puasa juga ibadah yang menahan diri dari seluruh bentuk perkataan dan perbuatan
yang dilarang oleh Allah subhanahu wata’ala.
Rasulullah
shallallahu ‘alaihi wasallam pernah bersabda dalam sebuah hadits sebagaimana
diriwayatkan oleh imam al-Bukhari, hadits nomor 1804, dari Abu Hurairah
radhiyallahu ‘anhu,
مَنْ
لَمْ يَدَعْ قَوْلَ الزُّورِ وَالْعَمَلَ بِهِ، فَلَيْسَ لِلَّهِ حَاجَةٌ فِي
أَنْ يَدَعَ طَعَامَهُ وَشَرَابَهُ
“Barang siapa
tidak meninggalkan perkataan dusta dan perbuatannya, maka Allah tidak butuh dia
meninggalkan makan dan minumnya.”
Jabir bin
Abdullah pernah menasihati, sebagaimana terdapat dalam Riwayat Ibnu Abi
Syaibah, dalam kitabnya al-Mushannaf nomor 8880,
إِذَا صُمْتَ
فَلْيَصُمْ سَمْعُكَ وَبَصَرُكَ وَلِسَانُكَ عَنِ الْكَذِبِ وَالْمَآثِمِ،
وَدَعْ أَذَى الْخَادِمِ وَلْيَكُنْ عَلَيْكَ وَقَارٌ وَسَكِينَةٌ يَوْمَ
صِيَامِكَ، وَلَا تَجْعَلْ يَوْمَ فِطْرِكَ وَيَوْمَ صِيَامِكَ سَوَاءً
“Jika engkau
puasa, maka puasakan pendengaran, penglihatan, dan lisanmu dan dusta dan
berbagai bentuk dosa. Jangan engkau sakiti pembantumu. Tetap bersikap tenang
saat sedang puasa. Jangan engkau anggap sama hari-harimu ketika tidak berpuasa
dengan hari-harimu ketika sedang puasa.”
Amalan Keenam:
Doa
Jamaah shalat
Jumat rahimakumullah,
Salah
satu cara kita memanfaatkan kemuliaan bulan Ramadhan adalah dengan memperbanyak
doa dan tobat. Keutamaan berdoa di akhir malam lebih besar dari paruh waktu
lainnya. Di bulan Ramadhan, berdoa di waktu sepuluh hari terakhir juga memiliki
keutamaan tersendiri. Karena pada waktu itu terdapat lailatul qadar, malam yang
keutamaannya setara dengan seribu bulan.
Imam al-Bukhari
meriwayatkan sebuah hadits dalam kitab Shahih-nya, hadits nomor 1145, dari Abu
Hurairah radhiyallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam
pernah bersabda,
يَنْزِلُ رَبُّنَا تَبَارَكَ وَتَعَالَى كُلَّ لَيْلَةٍ
إِلَى السَّمَاءِ الدُّنْيَا حِينَ يَبْقَى ثُلُثُ اللَّيْلِ الآخِرُ يَقُولُ:
مَنْ يَدْعُونِي،
فَأَسْتَجِيبَ لَهُ مَنْ يَسْأَلُنِي فَأُعْطِيَهُ، مَنْ يَسْتَغْفِرُنِي
فَأَغْفِرَ لَهُ
“Rabb kita
Tabaraka wata’ala setiap malam turun ke langit dunia ketika sepertiga malam,
lantas Ia berkata, ‘Siapa yang berdoa kepada-Ku maka aku beri, siapa yang
meminta ampun kepada-Ku maka Aku ampuni?’”
Amalan Ketujuh:
I’tikaf
Jamaah shalat
Jumat rahimakumullah,
I’tikaf
di sepuluh hari terakhir Ramadhan merupakan amalan di bulan Ramadhan yang
keutamaannya sangat besar.
Rasulullah
shallallahu ‘alaihi wasallam, teladan kita, selalu bersungguh-sungguh dalam
melaksanakan ibadah ini.
Abdullah bin
Umar radhiyallahu ‘anhuma memberi kesaksian, sebagaimana diriwayatkan oleh imam
al-Bukhari dalam kitab shahih-nya, hadits nomor 2025, beliau menyampaikan,
كَانَ
رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَعْتَكِفُ العَشْرَ الأَوَاخِرَ
مِنْ رَمَضَانَ
“Rasulullah
shallallahu ‘alaihi wa sallam biasanya melaksanakan i’tikaf di sepuluh hari
terakhir Ramadhan.”
Jamaah shalat
Jumat rahimakumullah,
Masyaallah,
demikian istimewanya bulan Ramadhan ini. Oleh karena itu, mari kita manfaatkan
kesempatan berharga ini untuk memperbanyak pundi-pundi pahala kita masing-masing.
Jangan sampai kesempatan emas ini terlewat begitu saja.
Demikianlah
tujuh amalan di bulan Ramadhan yang dapat kami sampaikan. Semoga Allah ridha
dengan segala amal ibadah kita, dan Allah mudahkan segala urusan kita. Aamiin
بَارَكَ اللهُ
لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ, وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا
فِيْهِ مِنَ الآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ, وَتَقَبَّلَ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ
تِلاَوَتَهُ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا
وَاسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ فَاسْتَغْفِرُوْهُ، إِنَّهُ هُوَ
الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ
KHUTBAH KEDUA
اَلْحَمْدُ
للهِ عَلىَ إِحْسَانِهِ وَالشُّكْرُ لَهُ عَلىَ تَوْفِيْقِهِ وَاِمْتِنَانِهِ.
وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ اِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ. وَأَشْهَدُ
أنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الدَّاعِى إلىَ رِضْوَانِهِ.
اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وِعَلَى اٰلِهِ وَاَصْحَابِهِ
وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كِثيْرًا. أَمَّا بَعْدُ:
فَياَ
اَيُّهَا النَّاسُ, اِتَّقُوااللهَ فِيْمَا أَمَرَ وَانْتَهُوْا عَمَّا نَهَى
وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَـنَى
بِمَلآ ئِكَتِهِ بِقُدْسِهِ. وَقَالَ تَعاَلَى, إِنَّ اللهَ وَمَلآئِكَتَهُ
يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِى يآ اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ
وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا. اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى
اللهُ عَلَيْهِ وَسَلِّمْ وَعَلَى آلِ سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَنْبِيآئِكَ
وَرُسُلِكَ وَمَلآئِكَةِ الـْمُقَرَّبِيْنَ, وَارْضَ اللّهُمَّ عَنِ اْلخُلَفَاءِ
الرَّاشِدِيْنَ أَبِى بَكْرٍ وَعُمَرَ وَعُثْمَانَ وَعَلِي وَعَنْ بَقِيَّةِ
الصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِيْنَ وَتَابِعِي التَّابِعِيْنَ لَهُمْ بِاِحْسَانٍ
اِلىٰ ىيَوْمِ الدِّيْنِ, وَارْضَ عَنَّا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ
الرَّاحِمِيْنَ
اَللهُمَّ
اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ
اَلاَحْيآءِ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ
DOA
اللهُمَّ أَعِزَّ اْلإِسْلاَمَ
وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَاْلمُشْرِكِيْنَ وَانْصُرْ عِبَادَكَ
اْلمُوَحِّدِيَّةَ وَانْصُرْ مَنْ نَصَرَ الدِّيْنَ وَاخْذُلْ مَنْ خَذَلَ
اْلمُسْلِمِيْنَ وَ دَمِّرْ أَعْدَاءَالدِّيْنِ وَاعْلِ كَلِمَاتِكَ إِلَى يَوْمَ
الدِّيْنِ
اللهُمَّ
ادْفَعْ عَنَّا اْلبَلاَءَ وَاْلوَبَاءَ وَالزَّلاَزِلَ وَاْلمِحَنَ وَسُوْءَ
اْلفِتْنَةِ وَاْلمِحَنَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ عَنْ بَلَدِنَا
اِنْدُونِيْسِيَّا خآصَّةً وَسَائِرِ اْلبُلْدَانِ اْلمُسْلِمِيْنَ عآمَّةً يَا
رَبَّ اْلعَالَمِيْنَ
رَبَّنَا
آتِناَ فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ
النَّارِ. رَبَّنَا ظَلَمْنَا اَنْفُسَنَاوَاِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا
لَنَكُوْنَنَّ مِنَ اْلخَاسِرِيْنَ
عِبَادَاللهِ
! إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِاْلعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيْتآءِ ذِي اْلقُرْبىَ
وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشآءِ وَاْلمُنْكَرِ وَاْلبَغْي يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ
تَذَكَّرُوْنَ وَاذْكُرُوا اللهَ اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلىٰ
نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرْ
Tidak ada komentar:
Posting Komentar